Informasi yang anda cari tidak ditemukan.

Silahkan periksa kembali alamat URL anda, atau gunakan daftar di bawah kanan untuk melihat agenda acara kami bulan ini.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen. Meski saat ini banyak acara ngejam bareng jazz di berbagai tempat di Yogyakarta, tidak menyurutkan jumlah penikmat Jazz Mben Senen.

  • SUBUR MAKMUR

    Subur Makmur, sebuah jargon yang acapkali terdengar di masyarakat. Subur dapat diartikan sebagai kemampuan untuk hidup, tumbuh, dan berkembang biak secara sempurna. Sedangkan makmur dimaksudkan sebagai hasil yang serba berkecukupan. “Subur Makmur“ menjadi tajuk dalam pameran karya seni rupa seniman Gigih Wiyono yang akan diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta pada bulan Juli 2019.

    Sejumlah karya berupa lukisan dan patung akan ditampilkan di dalam pameran ini. Gigih Wiyono, yang lahir dan tumbuh di daerah pertanian kabupaten Sukoharjo (Jawa Tengah) membuat tema kesuburan dan kemakmuran selalu lekat dalam setiap karyanya. Setelah pada periode sebelumnya ia menggali tema tentang mitos Dewi Sri, pada kali ini ia akan mencoba mengembangkannya lagi dalam konsep kesuburan dan kemakmuran.

  • BANGUN PAGI BAHAGIA

    Ini sebuah kisah tiga remaja jalanan di masa pemerintahan orde baru. Pemerintahan yang mengajari mereka untuk mencintai tanah air dan bangga menjadi bangsa indonesia. Tapi sayang mereka tak tahu bagaimana cara mencintai dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Sebab hari – hari mereka hanya di jalanan, yang mereka tahu hanyalah bertahan hidup. Hingga suatu ketika kata “Reformasi“ dikumandangkan di seantero negeri. Merekapun terbawa arus reformasi, bertiga turut merasakan dan melakoninya.

  • ORKES KERONCONG NADA JUANG

    Bentara Budaya Solo, akan menyelenggarakan pementasan musik keroncong dengan tajuk Keroncnong Bale. Keroncong Bale kali ini akan di selenggarakan pada hari Rabu, 24 juli 2019 dengan penampilan Orkes Keroncong Nada Juang.

  • OEROEP

    Para perupa yang tergabung dalam Kelompok Oerip adalah Ipong Purnama Sidhi, Tjahyadi Hartono, Ruslan, Katirin, JonI Ramlan, Januri, dan Gus Her. Konsep pameran yang mereka usung adalah sebuah refleksi estetis seni lukis, yang memaknai secara kritis arti kehidupan manusia, dan mencoba melihat ulang realitas sosial kita hari ini berdasarkan ingatan-ingatan sejarah. Melihat dan menghayati kembali arti peristiwa itu melalui isyarat-isyarat simbolis, lalu sambil menakar keterkaitannya dengan konteks kehidupan kita hari ini.

  • JULI BLUES BERBUNYI

    Musik Blues dipandang sebagai akar dari perkembangan musik Jazz, Rock, Pop hingga masuk ke dalam dunia industri musik populer. Seperti pada awalnya muncul dilagu lagu Benyamin, Koes Plus, hingga kemudian diera 90’an ada Slank, dan sekarang banyak bermunculan musisi - musisi blues seperti Gugun Blues Shelter, Rama Satria, Ginda Bestari dsb.

  • LAGI-LAGI BICARA “PEREMPUAN“

    Publik barangkali sudah bosan atau malahan muak dengan tema soal perempuan. Pembahasan soal “perempuan“ hari-hari ini mudah sekali dapat generalisasi dengan sebutan feminisme. Sebutan yang di masa lalu pernah ngeri dan jauh karena keterbatasan informasi yang muncul ke hadapan publik. Di Indonesia, titik balik feminisme lekat dengan pengetahuan kita akan sosok Raden Ajeng Kartini. Bersama segenap sikap, tingkat laku, dan tulisan-tulisannya yang –pada masa itu– terbaca penuh perlawanan, Kartini menjadi ikon pahlawan perempuan bagi perempuan-perempuan Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

  • SACRED ENERGY

    Ini adalah pameran tunggal I Made Sumadiyasa setelah Solo Exhibition “The Backlash Of The East“ di Kuala Lumpur, Malaysia, 8 tahun lalu. Mengedepankan tajuk “Sacred Energy“ sebuah MetaRupa, seniman kelahiran Tabanan ini mengulik energi alam dan kehidupan dalam dimensi immaterial melalui penciptaan drama piktorial seturut gerak spontan tak terduga, bahkan meluap lepas dan melepas batas. Selama dua puluh lima tahun lebih karir kekaryaannya, seniman ini suntuk mencipta seni rupa abstrak ekspresionisme dengan aspek emotif yang sangat kuat melampaui menifestasi bentuk-bentuk “objektif“ alam itu sendiri. Yaitu ekspresionisme dalam gerak bebas semesta batin yang subjektif sekaligus wahana penjelajahan ketakterbatasan energi kosmik yang sangat dinamis dalam skala kolosal.

  • SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

    Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS. Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi atau kumpulan dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang putri, dan sebagainya.

  • ARJUNA MENCARI CINTA

    Arjuna Mencari Cinta merupakan novel karya Yudhistira Massardi yang pernah meledak di Indonesia. Yudhistira memakai tokoh Arjuna untuk melukiskan kisah cinta yang dialami seseorang. Arjuna merupakan tokoh pewayangan.

    Yudhistira menjadikan tokoh Arjuna berkebalikan karakter dengan karakter aslinya. Yudhistira waktu itu sadar kalau masyarakat memiliki ingatan bawah sadar dengan karakter tokoh wayang, kalau karakter itu dibikin terbalik, maka masyarakat pasti akan bereaksi. Gambaran tokoh yang sudah mapan dalam benak mereka tiba-tiba saja hilang, dan itu pasti membuat tokoh wayang yang ada menjadi goyah dalam benak masyarakat.