Ode Bulan Agustus #4

MENERABAS CAKRAWALA

Kamis, 30 Agustus 2018 Bentara Budaya Jakarta | 19.00 WIB

Ode Bulan Agustus adalah semacam “tujuhbelasan“ ala Bentara Budaya. Tajuk Ode dimaknai sebagai nyanyian pujian, penghormatan, dan rasa syukur kepada Tanah Air Tercinta sebagai bentuk anugerah dari Yang Maha Kuasa. Ode Bulan Agustus bukan kompetisi ataupun lomba tapi semacam parade atau gelar paduan suara; sebuah perayaan kebersamaan lewat nyanyian.  Lagu-lagu yang ditampilkan bisa patriotik dan kegembiraan yang di dalamnya terkandung pengharapan bagi Indonesia yang damai, rukun, indah, dan sentosa. 

Program ini dilangsungkan setiap tahunnya sejak 2015 dan menampilkan kelompok paduan suara mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta dan sekitarnya. Khusus dalam Ode Bulan Agustus #4 tahun ini, sejumlah 7 PSM akan membawakan sepilihan repertoir yang menggambarkan bukan hanya kekayaan budaya daerah di berbagai penjuru nusantara melainkan juga langgam lagu Indonesia kontemporer yang bertemakan kecintaan Tanah Air dan kebhinnekaan.

Tujuh PSM ini hadir dengan konsep mini konser. Lagu-lagu yang mereka bawakan dijalin dalam tematik Keindonesiaan yang lebih utuh dan mencoba merangkum nyanyian Nusantara yang beragam itu. Kelompok-kelompok yang tampil antara lain: Bentara Muda Choir, PSM Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Paragita Universitas Indonesia, Gita Advayatva Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta, Ultima Sonora Universitas Multimedia Nusantara, Gita Tirtayasa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa- Banten, dan Trilogi Choir Universitas Trilogi.

agenda acara bulan ini
  • Pameran Batik Peranakan

    Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan Komunitas Lintas Budaya Indonesia kembali menggelar program apresiasi atas karya budaya peranakan Tionghoa di Nusantara. Kali ini akan dipamerkan sepilihan koleksi Batik Peranakan baik seri lawas maupun terkini dari kolektor Hartono Sumarsono serta Irwan Julianto. Batik-batik ini merupakan buah cipta para pengrajin batik dalam berbagai kurun waktu, mulai dari awal tahun 1900-an, di mana teknik dan coraknya sedikit banyak menunjukan akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya-budaya lainnya di Indonesia.

  • Iskandar Widjaja Plays Partitas and Suites

    Musik Kamisan kali ini menghadirkan Iskandar Widjaja, musisi biola yang sarat talenta. Dia akan membawakan sepilihan repertoir suite dan partita, salah satunya Partita E Major, BWV 1006 karya komponis ternama Johann Sebastian Bach serta suita karya Christian Sinding.

    Ini bukan kali pertama Iskandar Widjaja pentas di Bentara Budaya Jakarta. Dalam pertunjukan sebelumnya, dia telah menampilkan lagu-lagu klasik gubahan berbagai komposer ternama. Dia juga berkolaborasi dengan musisi-musisi Indonesia, salah satunya Ary Sutedja. Kini Iskandar pun mempersembahkan alunan musik biolanya bersama dengan pianis Edith Widayani.

  • CERITA MAKAN NUSANTARA

    Ilustrator sekaligus kartunis Beng Rahadian pada kali ini akan memamerkan karya ilustrasi makanan terbarunya di Bentara Budaya Jakarta pada tanggal 28 November sampai dengan 6 Desember 2018. Makanan selalu memiliki daya tarik visual yang kuat, namun pada kali ini Beng Rahadian tidak hanya sekedar menggambar makanan saja, tapi juga berusaha menangkap efek selera dan cerita di balik makanan tersebut.

    Gambar makanan yang akan dipamerkan adalah makanan yang pernah dimakan oleh Beng Rahadian sebagai illustrator dari sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang. Narasi yang berisikan ingatan personal Beng Rahadian terhadap kapan makanan tersebut disantap akan melengkapi gambar visual yang akan dipamerkan.