Informasi yang anda cari tidak ditemukan.

Silahkan periksa kembali alamat URL anda, atau gunakan daftar di bawah kanan untuk melihat agenda acara kami bulan ini.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen. Meski saat ini banyak acara ngejam bareng jazz di berbagai tempat di Yogyakarta, tidak menyurutkan jumlah penikmat Jazz Mben Senen.

  • Pameran dan Pengumuman Pemenang Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya

    Pameran ini akan menampilkan karya dari 30 Finalis Triennial Seni Grafis VI-2018. Demi mengenalkan dan mendekatkan ekspresi karya seni grafis kepada khalayak, pameran dipadukan dengan workshop seni grafis, kelas sketsa, kelas kokoru juga dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman seni kepada masyarakat umum.

  • ORAK ARIK

    Manusia adalah makhluk sosial, di mana ia berada tentu hidup di dalam lingkungan yang membutuhkan komunikasi, partisipasi dan kontribusi yang baik. Dengan berbagai kebutuhan dan kebiasaan yang berbeda-beda manusia memiliki cara pandang masing-masing dalam pengalamannya secara individu. Sikap dan perilaku seni yang dituangkan bisa menjadi bentuk apresiasi yang berbeda-beda walaupun berada dalam latar belakang yang sama.

  • JAZZ THE BLUES OF US

    Kurang lebih 8 tahun Bentara Budaya Solo mempunyai agenda rutin Parkiran Jazz dan Blues on Stage, wadah komunitas para pecinta musik jazz dan Blues di Balai Soedjatmoko. Setelah program Parkiran Jazz dan Blues on Stage yang secara rutin terselenggara dan mendapat respon yang positif, hal ini ditandai dengan antusiasme para penampil dan para penonton yang hadir. Kami mencoba menggabungkan kedua genre musik ini dalam satu panggung yang sama.

  • SOSOK ANAK DALAM ANIMASI

    Sinema Bentara kali ini mengetengahkan film-film animasi terpilih yang mengangkat sosok anak sebagai fokus utama kisahannya. Bukan semata hal-hal lucu dan jenaka yang mengemuka, namun juga sisi-sisi pilu yang mengharukan serta mengundang pertanyaan mendasar tentang arti kehidupan, kejujuran, hingga kesetiakawanan.

  • JEJARING BUDAYA MASYARAKAT PEGUNUNGAN BALI

    Batur menjadi salah satu wilayah di perbukitan Cintamani yang tercatat dalam prasasti dan lontar yang dimiliki Bali, yaitu Prasasti 001 Sukawana A-I yang dikeluarkan di Singamandawa 804 Saka (19 Januari 882 M). Pada prasasti itu menyuratkan titah sang raja yang memberikan izin kepada para bhiku mendirikan pertapaan dan pesraman di daerah perburuan di Bukit Cintamani Mmal (Kintamani). Prasasti ini menjadi penanda penting dan menumental bagi peradaban Bali sekaligus sebagai revolusi aksara yaitu dimulainya peradaban aksara sebagai babakan awal sejarah Bali kuno (Sumarta, 2015: 5).

  • CERITA DAN KARYA MAESTRO I WAYAN BERATHA

    I Wayan Beratha merupakan komposer kelahiran tahun 1926, berasal dari Banjar Belaluan Denpasar. Sang kakek, I Ketut Keneng (1841-1926) adalah seorang seniman karawitan dan pagambuhan yang sohor pada zamannya. Sejak kecil Beratha bersentuhan dengan gamelan Bali, bakatnya terasah melalui binaan sang ayah, I Made Regong. Selain berguru pada ayahnya, Beratha juga menimba ilmu dari sejumlah tokoh seni, di antaranya Ida Bagus Boda dari Kaliungu tentang karawitan dan tari palegongan, mendalami tari klasik dan Gong Kebyar dari I Nyoman Kaler, serta mempelajari tari jauk dari I Made Grebeg.