MUSEUM, KERIS, DAN PERSAHABATAN

Bersama Pande Wayan Suteja Neka

Rabu, 24 Juni 2020 Pukul 15.00 WIB | IG Live @bentarabudaya_bali

MUSEUM, KERIS, DAN PERSAHABATAN
Bersama Pande Wayan Suteja Neka

Live IG #TerasBentara kali ini akan mengetengahkan perbincangan bersama budayawan dan pendiri Museum NEKA, Pande Wayan Suteja Neka. Melalui tajuk “Museum, Keris dan Persahabatan “, Suteja Neka akan berbagi tentang kisahnya mendirikan museum, kecintaan pada keris hingga cerita persahabatan dengan sejumlah maestro seni Indonesia dan dunia.

Catat tanggalnya:
Rabu, 24 Juni 2020 
Pukul 16.00 WITA/15.00 WIB
Moderator: Warih Wisatsana (Kurator Bentara Budaya)
Di Instagram @bentarabudaya_bali

Pande Wayan Suteja Neka mendirikan Museum NEKA di Ubud, didedikasikan bagi sang ayah Pande Wayan Neka (1917-1980), yang merupakan pemahat terkenal. Hingga saat ini Museum NEKA telah memiliki lebih dari 200 koleksi keris yang pembuatannya berkisar dari abad XIII sampai masa kontemporer saat ini, yang dikumpulkan oleh Suteja Neka sejak tahun 1970-an silam. Kecintaan Suteja Neka pada Keris juga dapat dirunut pada sejarah leluhurnya, Pande Pan Nedeng, yang merupakan empu keris dari masa Kerajaan Peliatan, Ubud.

Suteja Neka mulai mengumpulkan lukisan-lukisan berkualitas tinggi karena persahabatannya dengan seniman Rudolf Bonnet (Belanda) dan Walter Spies (Jerman). Juga dengan maestro Affandi, yang pada masa-masa krisis keuangan, Neka selalu bersedia menjadi pembeli pertama karya-karyanya.

Atas dedikasinya, Suteja Neka menerima berbagai penghargaan antara lain ; Lempad Prize (1993); Penghargaan Seni dari East-weast Center Honolulu, Hawai (1988); Anugerah Adikarya Pariwisata dari Presiden RI (1997); serta pada tahun 2018 menerima Penghargaan dari Konsul Jendral Jepang di Bali, dll.

#terasbentara
#bentarabudaya