MENGINANG TOLERANSI = DARI RUMAH

Pameran Seni Rupa Karya Menampilkan Angga Putra H., Angling Kusuma, Ibnu Nugroho, M. Tegur Angkara, Riski Pangestu, Risya Falah, dan Sang Kansa

6 Mar 2020 ~ 15 Mar 2020 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.00 WIB


Pembukaan Pameran : Jumat, 6 Maret 2020 pukul 19.00 WIB
Pameran Berlangsung : 7 – 15 Maret 2020 pukul 09.00 – 21.00 WIB

Toleransi memuliakan keberagaman. Bukan meniadakannya dalam keseragaman dengan alasan mengusung kedamaian dan keharhomisan. Demikian pula yang hendak dihadirkan oleh tujuh perupa yang berpameran di Bentara Budaya Yogyakarta, antara lain Angga Putra H., Angling Kusuma, Ibnu Nugroho, M. Tegur Angkara, Riski Pangestu, Risya Falah, dan Sang Kansa. Masing-masing dari mereka, dengan pendekatan artistiknya yang mempribadi, ingin membagikan pengalaman merespons keberagaman baik dalam bentuk karya dua dimensi maupun seni instalasi. 

Dengan kata lain, toleransi ditekankan pada titik “tidak harus sama“. Kata toleransi dikembalikan pada fenomena yang terjadi pada diri tiap-tiap perupa, di mana setiap perbedaan proses dan konsep berkarya justru membentuk kekuatan bagi masing-masing individu. Mereka ingin mengemukakan perbedaan karakteristik ini tanpa mengalahkan kekuatan satu sama lain. 

Angga Putra lahir di Yogykarta, 18 Desember 1997. Pengalaman pamerannya Glory My Country Glory (2013) di Galeri SMSR, Influenza di Taman Budaya Yogyakarta (2018), Art for Orangutan #3 di Jogja National Museum. 

Angling Kusuma Reksa Alam lahir di Sleman, 27 Maret 1999. Pengalaman pamerannya yang terkini Smile Like Teen Spirit di Loepalelah (2018) dan Influenza di Taman Budaya Yogyakarta (2018).

Ibnu Cahyo Nugroho lahir di Bantul, 8 Juni 1998. Pernah berpameran di Smile Like Teen Spirit di Loepalelah (2018) dan Influenza di Taman Budaya Yogyakarta (2018).

M. Risya Fallah lahir di Bantul 10 Desember 1997. Berpameran di beberapa kegiatan seperti Pameran Kelompok Semanggi di Survive Garage (2018), Pameran “Sticker“ FKIP UST (2019), dll.

Muhammad Tegur Angkara lahir di Medan, 28 September 1998. Pengalaman pamerannya di antaranya Underconstruction di Jogja Gallery (2015), Alam/Disambat Diponegoro di Pleret (2014), dll.

Riski Pangestu lahir di Kampar, 25 Agustus 1997. Pamerannya antara lain Jejiring Wasih di Taman Budaya Yogyakarta (2016), All the Small Things #2 di Qubicle Center Jakarta (2018), dll.

Sang Kansa lahir di Yogyakarta, 28 Mei 1998. Pengalaman pameran terkininya, antara lain Smile Like Teen Spirit di Loepalelah (2018) dan Influenza di Taman Budaya Yogyakarta (2018).