Menata Kembali Solo

Kajian Solo

Rabu, 15 Maret 2017 Balai Soedjatmoko Solo | 19.30 WIB

Solo seperti halnya kota – kota lain di Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai kota yang tergolong tua di Indonesia sebenarnya Solo sudah mulai mengenal tata kota modern awal abad 20 yang lalu. Dalam perjalanannya tata kota yang dianggap maju ini mengalami berbagai persoalan yang di luar dugaan. Solo memang tidak sepadat Jakarta atau Surabaya, tapi kebutuhan akan kota yang nyaman memaksa pemerintah lokal untuk sesegera mungkin menata kembali kotanya.

Hal – hal yang kemudian menjadi kebutuhan kota seperti perumahan, lapangan kerja yang layak, transportasi umum yang bagus, dan ruang terbuka yang memadai menjadi prioritas pemerintah lokal. Sungguh sebuah pekerjaan yang cukup berat, mengingat luas Kota Solo yang tidak seluas kota – kota yang lain, saat ini hanya Solo sebelah utara yang masih memungkinkan untuk berbagai pembangunan. Kebutuhan – kebutuhan tadi memang tidak bisa serta merta dipenuhi pemerintah lokal, dan membutuhkan sebuah perencanaan yang matang. 

Menata kembali Kota Solo memang tidak semata pemerataan pembangunan, atau pemerataan pusat – pusat pemerintahan dan perniagaan, tapi juga kemampuan pemerintah dan masyarakat kota untuk tetap menjaga dinamika kota yang nyaman. Hal ini tidak mudah, kenyamanan belum dirasakan seluruh warga kota, biaya hidup yang terus naik menjadikan warga yang berada pada strata ekonomi lemah semakin ke pinggir, dan pusat kota menjadi daya tarik para pemilik modal, para pemilik modal inilah yang diakui atau tidak memberikan kontribusi penting bagi Solo yang tidak memiliki sumber daya alam untuk menghidupi dirinya sendiri. 

Maka persoalan menata kembali kota adalah pekerjaan bersama pemerintah dan warga kota, dan akan dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menjadi kota yang nyaman, dan juga membutuhkan pemikiran yang mendalam untuk semua ini. Komitmen itu yang ditunggu saat ini.

agenda acara bulan ini
  • Lagu Anak – Anak Indonesia

    Lagu anak – anak semakin langka di Indonesia, saat ini ada kecenderungan anak – anak menyanyikan lagu orang dewasa. Krisis ini disebabkan banyak factor mulai dari jarangnya lagu anak – anak yang baru, bergantinya media yang dulu dipakai untuk mendengarkan lagu, dan kehidupan sosial yang berbeda saat ini yang menyebabkan seorang anak memiliki banyak pilihan.