MEMEDI SAWAH

Pameran Seni Rupa karya Hari Budiono

Sabtu, 23 Maret 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 19.30 WIB

Pembukaan pameran:  Sabtu, 23  Maret 2019| Pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung:  24 – 30 Maret 2019

 Perupa Hari Budiono akan memamerkan sepilihan karya terbarunya dalam pameran bertajuk “Memedi Sawah“ di Bentara Budaya Yogyakarta pada 23 – 30 Maret 2019. Sejumlah 10 karya lukis berikut sebuah instalasi dihadirkan dan masing-masing mencoba merespon situasi terkini di negeri ini.

Lebih khusus, Hari Budiono menambahkan bahwa Memedi Sawah dimaknai sebagai simbol teror dalam kondisi kontemporer negeri ini. Memedi atau orang-orangan sawah mulanya berfungsi sebagai penghalau hewan hama yang mengganggu tanaman. Tapi, melalui pameran ini Hari Budiono ingin mengetengahkan perumpamaan bahwa kini justru sang penjagalah yang menjadi pengganggu dalam suatu lingkungan. “Memedi Sawah menjadikan kita saling curiga, saling membenci, saling tak menghargai, selalu merasa menang dan benar sendiri, sehingga kita menjadi manusia intoleran,“ ujarnya

Simak saja misalnya karya instalasi bertajuk “Jangan Takut Memedi Sawah“, terdiri dari 115 orang-orangan sawah yang memegang lukisan wajah tokoh yang sedang tertawa dan syair lagu Ibu Pertiwi. Ini dimaknai sebagai perlawanan terhadap teror yang dilakukan oleh para memedi sawah. 

“Memedi Sawah itu jadi tidak menakutkan lagi, mereka telah tertawa dengan tawa manusia Indonesia, mulai dari presiden sampai rakyat biasa. Memang, ketakutan sosial hanya bisa dikalahkan dengan tertawa bersama-sama. Ketakutan itu memecah belah, sedangkan tertawa itu menyatukan,“ ungkap GP Sindhunata, kurator Bentara Budaya, dalam tulisannya tentang pameran ini. 

Sementara itu, pengamat seni yang juga Kurator Bentara Budaya, Efix Mulyadi, menambahkan bahwa langkah kreatif Hari Budiono boleh ditafsirkan sebagai upaya meruwat kehidupan bersama, yang terus-menerus terancam oleh memedi-sawah-masa-kini yang bermunculan dari segala penjuru. Di sisi lain, 10 karya lukisannya turut pula menjadi cerminan kritik sosial sang perupa atas situasi yang berkembang di masyarakat.

Setelah dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta pada 14 – 23 Februari 2019, karya-karya Memedi Sawah juga dihadirkan di Bentara Budaya Bali (2-9 Maret 2019), Solo (14-20 Maret 2019), dan kini terakhir di Bentara Budaya Yogyakarta (23-30 Maret 2019).  
 
Hari Budiono merupakan lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa “ASRI“ Yogyakarta tahun 1985. Ketika tahun 1982 Jakob Oetama mendirikan Bentara Budaya di Yogyakarta, bersama Sindhunata, GM Sudarta, JB Kristanto, Hajar Satoto, dan Ardus M Sawega, dia menjadi pelaksana angkatan pertama. Pernah menjadi Wartawan Majalah Bergambar Jakarta-Jakarta (tahun 1986 – 1989 dan 1993 – 1994), serta menjadi Redaktur Foto Harian Bernas Yogyakarta (tahun 1990 – 1993). Dia juga menulis feature dan liputan budaya untuk media Tabloid Citra, Majalah Intisari, The Jakarta Post, dan Harian Kompas. Sekarang dia menjadi kurator Bentara Budaya, lembaga kebudayaan milik Kompas Gramedia.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Jazz MbenSenen telah menjadi tempat berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan mancanegara dari berbagai latar belakang dan asal. Dasar kebebasan untuk membawa kebudayaan masing-masing hingga berproses bersama dalam sebuah ragam seni yang tercipta setiap hari Senin malam di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta telah secara spontan membentuk JazzMbenSenen sebagai sebuah tradisi yang menyenangkan.