MEMEDI SAWAH

Pameran Seni Rupa Karya Hari Budiono

Kamis, 14 Februari 2019 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

 Pembukaan
 Kamis, 14 Februari 2019 pukul 19.30 WIB
 Pameran Berlangsung
 15 – 23 Februari 2019 pukul 10.00 – 18.00 WIB

Memedi Sawah atau orang-orangan sawah dapat diartikan sebagai simbol teror kepada lingkungan. Merujuk pada fungsinya, yaitu menakut-nakuti hewan dan hama di sawah. Menurut Hari Budiono, perupa dalam pameran ini, sawah adalah perumpamaan dari suatu ekosistem yang harus dijaga dari gangguan. Tetapi pada kenyataannya acap kali terlihat bahwa sang penjaga inilah yang sekarang menjadi pengganggu dalam suatu lingkungan. “Memedi sawah menjadikan kita saling curiga, saling membenci, saling tak menghargai, selalu merasa menang dan benar sendiri, sehingga kita menjadi manusia intoleran,“ kata Hari Budiono.

Pameran kali ini akan menampilkan 1 karya instalasi dan 8 lukisan. Karya instalasi yang bertajuk “Jangan Takut Memedi Sawah“ terdiri dari 100 orang-orangan sawah yang memegang lukisan wajah tokoh yang sedang tertawa dan syair lagu Ibu Pertiwi. Ini dimaknai sebagai perlawanan terhadap teror yang dilakukan oleh para memedi sawah. “Langkah kreatif Hari Budiono ini boleh ditafsirkan sebagai upaya untuk meruwat kehidupan bersama, yang terus menerus terancam oleh memedi-sawah-masa-kini, yang bermunculan dari segala penjuru,“ ujar Efix Mulyadi, kurator Bentara Budaya. Adapun 8 lukisan yang  juga akan dipamerkan banyak mengambil tema kritik sosial terhadap situasi yang berkembang di masyarakat. 

HARI BUDIONO, lulus Sekolah Tinggi Seni Rupa “ASRI“ Yogyakarta tahun 1985. Ketika tahun 1982 Jakob Oetama mendirikan Bentara Budaya di Yogyakarta, bersama Sindhunata, GM Sudarta, JB Kristanto, Hajar Satoto, dan Ardus M Sawega, dia menjadi pelaksana angkatan pertama. Pernah menjadi Wartawan Majalah Bergambar Jakarta-Jakarta (tahun 1986 – 1989 dan 1993 – 1994), serta menjadi Redaktur Foto Harian Bernas Yogyakarta (tahun 1990 – 1993). Menulis feature dan liputan budaya untuk media Tabloid Citra, Majalah Intisari, The Jakarta Post, dan Harian Kompas. Sekarang dia menjadi kurator pada Bentara Budaya, lembaga kebudayaan milik Kompas Gramedia.

Download Katalog Pameran