MANAJEMEN PRODUKSI PERTUNJUKAN #1

Kelas Kreatif Bentara

Minggu, 26 Mei 2019 Bentara Budaya Bali | pukul 18.00 WITA

Bila tidak didukung oleh manajemen produksi, tata artistik, tata lampu, tata suara yang mumpuni, sebuah pertunjukan seni bersiaplah untuk gagal. Memang, kesuksesan sebuah pertunjukan atau seni pemanggungan tidak lepas dari manajeman produksi, meliputi berbagai elemen yang harus saling bersinergi; mulai dari administrasi dan keuangan, publikasi, tata panggung, tata lampu, tata suara, tata rias dan busana, dan sebagainya. 

Program Kelas Kreatif Bentara kali ini akan menghadirkan seri lokakarya Manajemen Produksi, di mana pada pertemuan yang pertama akan didalami perihal tanggungjawab stage manager, kiat dan teknik tata panggung, lampu dan suara dalam menunjang sebuah pertunjukan. Pertunjukan yang menitikberatkan pada estetika, namun kurang peduli pada upaya-upaya sinergitas produksi, garapannya pun dipastikan akan kurang maksimal bahkan berpeluang gagal total. Tampil sebagai narasumber yakni I Dewa Ketut Jayendra.

Kelas Kreatif Bentara telah dimulai sedini awal tahun 2012 dalam bentuk lokakarya di berbagai bidang, semisal fotografi bersama M. Bundhowi, Ida Bagus Putra Adnyana, Ida Bagus Andi Sucirta, dll; teater bersama Abu Bakar, Iswadi Pratama, Eugenio Barba, Julia Varley, Godi Suwarna, Wawan Sofwan, Heliana Sinaga, Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dll; tari bersama I Nyoman Sura, Ni Luh Menek, dan Ni Ketut Arini dll; film bersama Happy Salma, Garin Nugroho, Putu Kusuma Widjaja, Agung Bawantara, Denny Chrisna, dan Gusti Aryadi; jurnalistik bersama Maria Hartiningsih, penulisan feature (berita kisah) dan fiksi (cerpen) bersama Putu Fajar Arcana dan penulisan esai bersama Arif Bagus Prasetyo, Rofiki Hasan, serta Made Sujaya, dll.

Dewa Ketut Jayendra adalah seorang pegiat teater, sedini muda aktif di Teater Satu Merah Panggung Jakarta. Ia sudah lebih dari lima belas tahun membidangi tata artistik pertunjukan, kerap bertindak sebagai stage manager berbagai pentas teater termasuk perhelatan seni kolosal lainnya. 

Jayendra juga dipercaya sebagai stage manager Bali Mandara Mahalango dan Bali Mandara Nawanatya, sebuah program perhelatan seni budaya berkala di Taman Budaya Bali, berlangsung lima tahun belakangan ini. Ia merupakan pendiri Komunitas Laboratorium Studi Bali dan penggerak kelompok Bali Production. Belum lama ini bersama Palawara Music Company, ia berkolaborasi menampilkan "Rhtym of Tantri" (2018), "Tragedi Karma Bumi" (2017). Selain sebagai sutradara, ia juga menjadi aktor salah satunya dalam pentas teater “Kereta Kencana“ (2018) garapan Abu Bakar, di mana Jayendra memerankan tokoh Kakek. Ia terlibat pula sebagai pemain dalam sejumlah film garapan sutradara nasional, diantaranya “Bali Forever“ (2007) garapan Rima Melati dan naskah Putu Wijaya, “Forever Holiday in Bali“ (2018) disutradarai Ody C. Harahap, dll.

agenda acara bulan ini
  • BANGKU SEKOLAH DAN CITA-CITA

    Sinema Bentara bulan ini menghadirkan film-film fiksi pendek dan panjang, juga dokumenter pendek yang mengetengahkan tema seputar pendidikan, sekolah, dan cita-cita. Program ini memaknai Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tanggal 2 Mei.

  • LENTERA BATUKARU

    Belakangan, banyak penerbit besar ataupun indie yang antusias menghadirkan buku-buku biografi, entah tokoh politik, negarawan, seniman, budayawan dan bahkan selebriti. Sebut saja kisah BJ. Habibie dan istri terkasih Ainun, riwayat Gus Dur, pelukis Jeihan, penyanyi Krisdayanti, olahragawan Rudi Hartono hingga buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 karya Peter Carey.