LOVE ‘N’ PEACE

Blues on Stage

Kamis, 20 Desember 2018 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Performer : 
Musisi & kelompok band dari beberapa komunitas yaitu : 
- Blues Brothers Solo
- Solo Blues Rock
- Jazz Warisan
- UKM band ISI Solo
- KMF (Komunitas Musik Fisip) UNS

Mengangkat tema Love n peace, Blues On Stage ingin menyampaikan pesan cinta damai kepada masyarakat. Tahun politik dan perkembangan sosmed sering memberi dampak negatif berupa penyebaran hoax,ujaran kebencian, penghinaan dsb. Lewat musik blues, di panggung "Blues on stage", para musisi dari berbagai komunitas akan menyuarakan pesan cinta & damai kepada khalayak terutama pecinta musik blues. Blues Brothers Solo adalah komunitas musik blues yg bertempat di pendapa nDarian Pura Mangkunegaran, bbrp musisinya akan bergabung berkolaborasi di blues on stage. Solo Blues Rock adalah komunitas musik Blues Rock yg terdiri dari musisi2 remaja/muda, berbeda dgn Blues Brothers Solo yg kebanyakan adalah generasi 90an,Solo Blues Rock adalah komunitas yg terdiri dari generasi milenial.

Jazz Warisan, merupakan kumpulan musisi-musisi jazz muda yang bertalenta, meskipun komunitas ini tergolong baru,namun kiprah anggotanya dpt dibilang sdh lama di dunia jazz kota Solo. UKM band ISI Surakarta Unit Kegiatan Mahasiswa Institut Seni Surakarta dalam bidang musik (band), yang kemudian membentuk sebuah komunitas musisi - musisi mahasiswa muda ISI Surakarta. KMF yaitu Komunitas Musik Fisip, tepatnya di UNS Solo ini aktif bergerak di kegiatan musik,baik intern kampus maupun luar kampus, termasuk di beberapa event Blues di kota Solo.

agenda acara bulan ini
  • Tulisan Itu “IBU“

    Pada 1928, kaum perempuan bersuara untuk segala pemajuan dan pemenuhan harapan-harapan. Di Jogjakarta, kaum perempuan berpidato dan bercakap mengurusi pelbagai halam mengenai kewajiban-hak perempuan berlatara Indonesia ingin mulia. Mereka memilih menulis teks pidato dengan bahasa Indonesia. Suara mereka di muka umum menandai ada kemauan mengabarkan ide dan perasaan minta tanggapan publik. Pada 1928, kita mengenang mereka gara-gara tulisan dan pidato.