Lakon Jawa dalam Koreografi Retno Maruti

Pameran Fotografi

Rabu, 08 Maret 2017 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Pameran Fotografi Berlangsung : 9 – 14 Maret 2017   |   Pukul 10.00 – 18.00 WIB

Bincang Karya Retno Maruti 
Bersama Nungki Kusumastuti, Romo Mudji Sutrisno dan Danarto
Jumat, 10 Maret 2017   |   Pukul 14.00 – 17.00 WIB


Karya-karya Retno Maruti-sejak 1968: 'Damarwulan', hingga 'Kidung Dandaka' (2016) merupakan cerminan kesetiaan ekspresi pemanggungan karya tradisi. Karya-karya yang dihasilkan Retno Maruti bukan sekadar 'mementaskan' sebuah kisah Jawa Klasik, namun memberikan nilai interpretasi tertentu yang menunjukkan sikap dan pandangan estetikanya selama ini. 

Beragam momen Retno Maruti dalam menciptakan dan menampilkan berbagai pertunjukan terekam dalam 150 frame foto dari 10 fotografer yang diambil ketika Retno Maruti menari sebelum dan pada saat bergabung dengan Sanggar Padneçwara.  Poster-poster pertunjukan terpilih, tulisan tangan, hingga memorabilia sang maestro tari berupa kostum pentas yang diciptanya, akan turut dipamerkan selama tujuh hari pameran. 

Maret 2017, Sanggar Padneçwara mencapai 41 tahun perjalanan pementasannya di dunia tari Jawa Klasik.  Padneçwara tidak bisa dilepaskan dari sosok Retno Maruti sebagai tokoh yang 'melahirkan'-nya, yang pada 2017 ini genap berusia 70 tahun.  Pameran ini diselenggarakan dengan tujuan merekam jejak kepenarian dan perjalanan hidupnya sebagai seorang seniman seutuhnya.

Retno Maruti lahir di Solo, Jawa Tengah, 8 Maret 1947. Atas capaian karya-karyanya, Retno Maruti telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Wanita Pembangunan Citra Adikarsa Budaya (1978), Penghargaan Teknologi Seni Budaya Kalyana Kretya Utama dari Menristek (1997), Citra Adhikarsa Budaya (1994 dan 1997), Anugerah Kebudayaan dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI (2003), serta Penghargaan Akademi Jakarta tahun 2005 untuk pencapaian dan pengabdian di bidang kesenian/humaniora. 

agenda acara bulan ini
  • Sajak Selasa

    Sajak Selasa merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda. Selain menampilkan pertunjukan lintas bidang antara puisi, musik, rupa, fotografi, multimedia, maupun paduannya dengan seni-seni tradisi seperti tari dan karawitan, acara ini juga terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karyanya sendiri.

  • Workshop bersama Arswendo Atmowiloto

    Sastrawan Arswendo Atmowiloto akan membagikan pengalaman menulisnya dalam sebuah loka karya yang bertajuk “Mengarang itu Gampang.“ Apa yang disampaikannya ini boleh dikata merupakan refleksi dari buku bertajuk serupa yang pernah ditulisnya 45 tahun lalu. Khusus dalam acara kali ini, paparannya mengenai dunia kepenulisan akan dipadukan dengan pementasan monolog dari para mahasiswa LSPR (London School of Public Relation). Akan tampil delapan aktor yang masing-masing membawakan karya naskahnya sendiri.