KOMUNITAS LUKIS CAT AIR INDONESIA

Pameran Lukisan

Sabtu, 24 Agustus 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 19.30 WIB

Pembukaan Pameran: Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19.30 WIB
Pameran berlangsung:  24 - 31 Agustus 2019

Art Camp Kolcai Nasional adalah suatu kegiatan rutin yang dilakukan setiap empat tahun sekali. Acara tersebut merupakan acara kemah wisata, workshop, plein air, dan musyawarah nasional. Anggota komunitas pelukis cat air seluruh Indonesia yang sebagian anggotanya adalah anggota IWS juga, yaitu International Water Color Sociated.

Dalam acara tersebut, mereka  semua berkumpul saling berbagi pengetahuan dan mengupas tentang cat air,  berbagi teknik, edukasi dan bagaimana merawat lukisan cat air serta memperdalam teknik-teknik bagaimana melukis dengan media cat air yang benar. Dan media ini sangat unik dan sulit dipelajari tapi mudah dibawa kemana saja sebagai media berkarya di luar atau on the spot.  Saat ini media cat air  banyak digemari dan peminatnya cukup banyak. Pameran ini diharapkan untuk  menambah wacana sekaligus penyemangat bagi pelukis-pelukis cat air nasional maupun international untuk bisa beredukasi dan berbagi pada pemirsa dan pecinta seni, khususnya pecinta seni lukis cat air. (Nanang Widjaya)
 

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Jazz Mben Senen (JMS) yang diselenggarakan secara rutin setiap minggu pada hari Senin malam di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) diniatkan untuk lebih memasyarakatkan jazz sebagai salah satu jenis musik yang cukup populer di Indonesia. Sebagai sebuah pertunjukan musik jazz yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun, JMS telah dikenal luas tidak hanya oleh masyarakat Yogyakarta.

  • GRENG

    Pada 100 Tahun Widayat: Ada dua warisan estetis yang ditinggalkan oleh pelukis Widayat (1919-2002) untuk penghayat seni rupa Indonesia--utamanya Yogyakarta, yaitu lukisan “Dekora Magis“ dan “Greng“.
    Yang pertama adalah karya seni rupa, benda budaya, dan obyek artistik yang memampukan Widayat terpandang sebagai salah satu pelukis Indonesia terkemuka pasca generasi Affandi, Hendra Gunawan, dan S. Sudjojono.