KOMPETISI KARYA MAHASISWA FSRD ISI SURAKARTA

Pameran Seni Rupa

11 Agt 2016 ~ 16 Agt 2016 Balai Soedjatmoko Solo | 19:30 WIB

Pembukaan : 11 Agustus 2016, pkl 19:30 WIB
Pameran : 12 – 16 Agustus 2016, pkl 09:00 – 21:00 WIB


Seni Rupa ISI Surakarta berawal dari berdirinya Jurusan Kriya Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta, dan kemudian berkembang menjadi Fakultas Seni Rupa Desai (FSRD) ISI Surakarta. Dari satu jurusan menjadi satu fakultas yang terdiri dari beberapa prodi seperti Seni Murni, Kriya Seni, Televisi, Deskomvis, Fotografi, Batik dan Keris. Perkembangan dalam lima tahun terakhir menjadikan Seni Rupa ISI Surakarta mewarnai dinamika Seni Rupa di Kota Solo.

Saat ini FSRD ISI Surakarta menempati Kampus II di Mojosongo yang terpisah dari kampus utama di Kentingan. Perpindahan ke kampus yang luas dan representatif menjadikan FSRD ISI Surakarta lebih konsentrasi dalam proses perkuliahannya. Untuk melihat lebih jauh perkembangan perkuliah di FSRD ISI Surakarta maka diadakan kompetisi setiap program studi khusus untuk mahasiswa, dan hasil dari kompetisi tersebut akan dipamerkan di Balai Soedjatmoko mulai tanggal 11 Agustus sampai 16 Agustus 2016.

Pameran ini sekaligus wujud pertanggungjawaban ISI Surakarta pada masyarakat umum secara langsung, karya – karya mahasiswa yang ada akan mendapat apresiasi , dan tanggapan langsung masyarakat Solo. Tanggapan masyarakat bisa menjadi bahan pertimbangan ISI Surakarta untuk tidak berada dalam posisis mercusuar sebagai lembaga pendidikan tinggi seni.


agenda acara bulan ini
  • AIR MATA AIR BENGAWAN

    Sungai, sumber cerita dalam kehidupan manusia. Banyak ingatan terekam yang “mengalir“ di sungai. Dulu, sering kita melihat anak-anak bermain di sungai, berenang, ciblon, mandi dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari lainnya. Sungai yang jernih membuat mereka ingin berlama-lama bermain di sungai. Ingatan kita juga ke Bengawan Solo, yang keberadaannya menjadi sumber utama kehidupan masyarakat di sekitarnya. Namun ironisnya, di waktu yang bersamaan perusakan terjadi di mana-mana.

  • PANGGUNG MAESTRO FILM TAN TJENG BOK

    Kehidupan Tan Tjeng Bok yang menarik ini meninggalkan cukup banyak artefak yang unik dan menarik. Berbekal artefak-artefak ini lah kemudian kisah kehidupan Tan Tjeng Bok dibukukan dalam bentuk Biografi oleh Fandi Hutari dan Deddy Otara.