KOLEKSI KERAMIK BENTARA BUDAYA

Galeri Sisi

12 Feb 2019 ~ 9 Apr 2019 Bentara Budaya Jakarta | 10.00 – 16.00 WIB

KOLEKSI KERAMIK BENTARA BUDAYA
12 Februari – 9 April 2019 Pukul 10.00 – 16.00 WIB
Hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional pameran tutup

Keramik koleksi Bentara Budaya Jakarta merupakan hasil perintisan dan pengumpulan yang diawali oleh pendiri Kompas Gramedia, almarhum PK Ojong. Kini jumlahnya  lebih dari 1.000 karya seni, meliputi piring, mangkuk, wadah air, serta benda dekoratif seperti patung. Keramik lokal dan benda-benda berbahan dasar tanah liat dari berbagai dinasti juga menjadi andalan koleksi lembaga ini; mulai dari dinasti Sung, Yuan, Tang, Ming dan Ching, juga beragam keramik lokal dari Singkawang, Cirebon, Bali, dan Plered.

Pameran Galeri Sisi kali ini mencoba menampilkan karya keramik yang tidak dibatasi oleh rentang waktu, jenis bahan dan muasal benda-benda keramik yang dikoleksi sejak tahun 1980an namun lebih spesifik menampilkan keramik-keramik dari sisi bentuk yang menyangkut nilai-nilai estetiknya. 

Kita akan menyaksikan ragam celengan dari Trowulan yang memiliki nilai historik dan arkaik, celengan dari daerah Mayo, gerabah-gerabah dari Papua yang berfungsi sebagai periuk dengan bentuknya yang khas dan mengingatkan kita pada ragam wadah masa prasejarah di Indonesia. Ada pula gerabah berbentuk cetakan kue, figurin-figurin berukuran sekitar 15 cm yang berasal dari Takalar (Sulawesi Selatan), produk-produk tempayan dari Singkawang dari abad ke-20 yang dulu terkenal sebagai daerah industri keramik dan banyak melayani kebutuhan pasar setempat.

Berdampingan juga keramik-keramik yang diduga berfungsi sebagai botol air raksa (mercuri). Botol ini pada masa lalu telah digunakan oleh orang-orang Cina untuk memisahkan emas dalam Quartz. Di Indonesia, botol yang sama banyak di temukan di daerah Tuban, Trowulan, Karawang, Tanjungpinang, Kota Cina, dan Bukit Seguntang (Palembang). Selain itu juga banyak ditemukan di wilayah Sarawak, Birma, dan Taiwan yang usianya diperkirakan dimulai sejak 1200 M. 

Melalui pameran ini, kami ingin berbagi dengan para penikmat benda-benda tanah liat untuk mengamati keunikan-keunikan koleksi benda keramik yang tidak hanya bernilai historis tinggi tetapi juga keramik-keramik abad kini yang memiliki bentuk unik.

agenda acara bulan ini
  • Pentas Monolog "BLACK CAT"

    Di bulan Agustus ini, Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan Republic of Performing Arts menggelar pertunjukan monolog yang berjudul “Black Cat“. Naskah “Black Cat“ diambil dari cerita pendek yang ditulis oleh sastrawan Amerika ternama: Edgar Allan Poe. Ia dikenal sebagai pionir dalam cerita horor dan misteri.
    Amien Kamil, sutradara, melakukan riset dan pendalaman secara psikologis yang mendalam terhadap naskah ini. “Black Cat“ yang mengisahkan masalah keimanan dan mengungkapkan sisi kelam dari takdir manusia yang sedang menghadapi eksekusi kematian ini dipandang unik apabila diadaptasi menjadi sebuah pertunjukan monolog. Bertindak sebagai aktor utama dalam pementasan ini adalah Babs Yls.