KISAH BUNYIAN NEGERI NUSWANTARA

Dongeng Kebangsaan

Jumat, 11 Januari 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Bersama Garin Nugroho, Gondrong Gunarto, Irwansyah Harahap, Joko S Gombloh , dkk  

Merayakan kebangsaan 2019. Ngobrol santai dengan dongeng, musik dan lagu . Bersama Garin Nugroho, Gondrong Gunarto, Irwansyah Harahap, Joko S Gombloh , dkk. 
Tahun 2019 akan menjadi tahun politik, namun kebersamaan dan keberagaman sebagai dasar kebangsaan menjadi nilai utama berbangsa.

Balai Soedjatmoko mengajak ngobrol tentang perjalanan kebangsaan dengan dongeng, musik dan lagu . Sebuah dongeng kebangsaan yang dihadirkan dengan santai dan spontan, membaca bagaimana keindonesiaan dinarasikan lewat musik dan lagu juga beragam seni , keseluruhannya membunyikan proses keindonesiaan.

Dongeng kebangsaan ini diusung oleh beragam seniman . Dari sutradara hingga etnomusikolog. Mereka akan membawa kisah keindonesiaan dengan cara mereka sendiri.

agenda acara bulan ini
  • Keroncong Bale

    OK.Pandawa, yang mempunyai arti PANutan DAri WArga, dinyatakan berdiri tanggal 23 Oktober 2013,yang sebelumnya adalah salah satu grup dari 10 grup peserta program pelatihan anak jalanan dari Dinas Sosial Kota Surakarta tahun 2013.

  • Bincang Buku Puisi karya Halim Bahriz

    HALIM BAHRIZ, penulis kelahiran Lumajang yang juga menempa diri di Jember, Jawa Timur. Kedekatannya dengan puisi memula dari kegemarannya terhadap seni pertunjukan. Akhir tahun 2017, dua naskah teaternya diganjar Rawayan Awards oleh Dewan Kesenian Jakarta. Sejudul featurenya memenangi kategori umum sayembara penulisan The 4th Asean Literary Festival.

  • PERTEMUAN DUA HATI

    Nh. Dini lahir di Semarang, 29 Februari 1936 dan sepanjang hidupnya telah menulis berbagai novel, cerita pendek, serta juga puisi. Pengalaman menulis diasahnya sejak masih di bangku sekolah dengan mengisi kolom di majalah dinding, di samping juga secara teratur menulis sajak dan cerita pendek. Pada tahun 1952 sajak Nh. Dini dimuat dalam majalah Budaja dan Gadjah Mada di Yogyakarta, termasuk juga cerpen-cerpennya yang makin sering mengisi halaman-halaman sastra di Majalah Kisah dan Mimbar Indonesia.

  • SESILIRAN

    Silir diambil dari bahasa Jawa yang berarti “Sejuk“. Sifat ini dimiliki oleh angin, angin yang berhembus memberikan nafas untuk siapa saja yang berharap padanya. Tidak dapat dilihat namun bisa dirasakan dampaknya.

  • FRAGMEN KEBINGUNGAN-KEBINGUNGAN KITA

    Kehidupan kita kini barangkali hamparan kebingungan-kebingungan. Muda dan jadi mahasiswa sejak mula tak cuma karib dengan hal-hal akademis berlabel jaminan masa depan terang benderang. Sepertinya tak utuh jadi kaum kampus kalau tak terlibat keseruan-kekisruhan asmara. Mahasiswa meloloskan diri. Menjadi pekerja tak ubahnya sebentuk pemenjaraan diri, tak jarang perlu menahan atau memendam dalam-dalam naluri kreativitas diri demi kepuasan pemilik modal.