Keroncong Bale

Orkes Pandawa, Sangkrah, Solo

Jumat, 18 Januari 2019 Balai Soedajtmoko Solo | pukul 19.30 WIB

OK.Pandawa, yang mempunyai arti PANutan DAri WArga, dinyatakan berdiri tanggal 23 Oktober 2013,yang sebelumnya adalah salah satu grup dari 10 grup peserta program pelatihan anak jalanan dari Dinas Sosial Kota Surakarta tahun 2013.
OK.Pandawa telah mengalami beberapa kali pergantian anggota dan pergantian formasi,sehingga sekarang adalah formasi yang paling solid. Ada David (biola), Latandi (flute), Fredy (gitar), Dilivio (cak), Prasetyo (Cuk), Irwan (cello), Yohanes (bass), Revita (vocal), Niken (vocal), Suryono (vocal), Fajar Misdinar (vocal). OK.Pandawa yang beralamat di Sawahan RT 02 RW 10, Kel. Sangkrah, Kec. Pasar Kliwon, Surakarta ini dipimpin oleh Bpk. Suyatno dan di bawah asuhan Bpk. Agung Suprapto, dan mempunyai jadwal latihan rutin setiap hari Senin malam. 

Tak terhitung OK. Pandawa perform, entah di event besar ataupun kecil, resepsi pernikahan, On air radio, dll. Beberapa diantaranya yaitu, Keroncong Lesehan Joglo Hamkri, Cakrawala RRI Solo, Radio Metta FM, Sekolah Musik Indonesia di Hartono Mall, Keroncong Taman Budaya Jawa Tengah, Festival Keroncong HUT Kab. Karanganyar, Festival Keroncong Kec. Pasar Kliwon, Kirab Budaya Kel. Sangkrah, Solo Keroncong Festival (SKF) tahun 2017. 

agenda acara bulan ini
  • Bincang Buku Puisi karya Halim Bahriz

    HALIM BAHRIZ, penulis kelahiran Lumajang yang juga menempa diri di Jember, Jawa Timur. Kedekatannya dengan puisi memula dari kegemarannya terhadap seni pertunjukan. Akhir tahun 2017, dua naskah teaternya diganjar Rawayan Awards oleh Dewan Kesenian Jakarta. Sejudul featurenya memenangi kategori umum sayembara penulisan The 4th Asean Literary Festival.

  • PERTEMUAN DUA HATI

    Nh. Dini lahir di Semarang, 29 Februari 1936 dan sepanjang hidupnya telah menulis berbagai novel, cerita pendek, serta juga puisi. Pengalaman menulis diasahnya sejak masih di bangku sekolah dengan mengisi kolom di majalah dinding, di samping juga secara teratur menulis sajak dan cerita pendek. Pada tahun 1952 sajak Nh. Dini dimuat dalam majalah Budaja dan Gadjah Mada di Yogyakarta, termasuk juga cerpen-cerpennya yang makin sering mengisi halaman-halaman sastra di Majalah Kisah dan Mimbar Indonesia.

  • SESILIRAN

    Silir diambil dari bahasa Jawa yang berarti “Sejuk“. Sifat ini dimiliki oleh angin, angin yang berhembus memberikan nafas untuk siapa saja yang berharap padanya. Tidak dapat dilihat namun bisa dirasakan dampaknya.

  • FRAGMEN KEBINGUNGAN-KEBINGUNGAN KITA

    Kehidupan kita kini barangkali hamparan kebingungan-kebingungan. Muda dan jadi mahasiswa sejak mula tak cuma karib dengan hal-hal akademis berlabel jaminan masa depan terang benderang. Sepertinya tak utuh jadi kaum kampus kalau tak terlibat keseruan-kekisruhan asmara. Mahasiswa meloloskan diri. Menjadi pekerja tak ubahnya sebentuk pemenjaraan diri, tak jarang perlu menahan atau memendam dalam-dalam naluri kreativitas diri demi kepuasan pemilik modal.