KERATON

Pameran Foto

3 Feb 2020 ~ 13 Feb 2020 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.00 WIB

Ada fenomena yang menarik ketika kita membahas tentang Keraton di Indonesia ini, awal mula kerajaan di Nusantara. Bermula dari kerajaan Mulawarman atau Kutai di Kalimantan Timur pada abad ke-4 masehi, baru kemudian ada kerajaan Purnawarman di Bogor lalu Sriwijaya di Palembang, pada abad ke-8 berdiri kerajaan Mataram Hindu dengan dinasti Syailendra di Borobudur, abad ke-10 pindah ke Jawa Timur berdiri Kerajaan Kediri dan Jengala terus Majapahit–Kerajaan Majapahit inilah yang merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Setelah Islam masuk ke indonesia maka timbullah kerajaan Samodra Pasai di Aceh dan Demak di Jawa tengah yang berganti kerajaan menjadi Pajang dan Mataram dan yang terakhir dengan adanya perjanjian Giyanti tahun 1755 kerajaan di Jawa terbelah menjadi dua, yaitu Yogya dan Solo.

Fenomena yang kami maksud adalah perputaran Cakra Manggilingan, menurut falsafah orang Jawa bahwa hidup itu selalu berputar dari bawah menuju ke atas dan kembali lagi ke bawah lagi, demikian pula dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara ini yang berawal dari Kutai di Kalimantan Timur sekarang di sana akan dibangun Istana Negara yang megah sebagai Ibukota negara Indonesia, bersamaan dengan rencana tersebut tiba-tiba muncul pula kerajaan-kerajaan baru yang mengatasnamakan keturunan dari wangsa Syailendra, keturunan Pajajaran, maupun keturunan Jipang yang menyeruak masuk ke alam modern ini. Percaya atau tidak itulah kenyataan yang ada.

Maksud Bentara Budaya Yogyakarta memamerkan foto-foto Keraton ini tiada lain untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat bagaimana sebenarnya kerajaan yang ada di Nusantara ini berdasarkan foto-foto dokumentasi yang pernah ada, jadi data foto tersebut otentik asli yang kami ambil dari dokumentasi buku Nederland Indie dan Majalah Kajawen terbitan zaman Hindia Belanda sekitar tahun 1930. Di samping foto-foto lama tersebut kami juga menampilkan kliping koran tentang munculnya fenomena kerajaan abal-abal yang menyesatkan masyarakat kita akhir-akhir ini.

Ada banyak foto yang akan kami tampilkan dimulai dari ilustrasi tentang kunjungan kompeni Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman menghadap Sultan di Banten  tahun 1609, kemudian foto kebesaran Ratu Wilhelmina dan Pangeran Hendrik dari kerajaan Belanda dan seterusnya. Perlu diketahui bahwa penemuan fotografi pertama kali adalah tahun 1826 kemudian kamera secara umum diproduksi sekitar tahun 1850. Di Indonesia foto-foto para raja yang ada seperti di kerajaan Yogyakarta adalah potret Sulan HB VI tahun 1890. Jadi sebelumnya potret sultan HB I sampai HB V semuanya merupakan lukisan.

Disamping foto Raja-raja kami juga menampilkan foto dari para penguasa setingkat Pangeran, Bupati, Mayor China, para prajurit keraton, atau Kompeni, dan masih banyak foto kegiatan di lingkungan kerajaan seperti Gerebeg Maulid, prosesi Pemakaman Raja sampai yang terakhir di alam kemerdekaan ini adalah potret Ir. Soekarno ketika dilantik menjadi Presiden RIS di Sasana Hinggil Keraton Yogyakarta tahun 1949.