KELOMPOK KARAWITAN KUSUMO LARAS MUDA

Klenengan Selasa Legen

Senin, 24 Juni 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Muda-mudi berkumpul melantunkan tembang diiringi dengan gamelan. Rutin dilakukan setiap Selasa malam di kelurahan Joyosuran, kecamatan Kusumodilagan. Kusumo Laras Muda, begitulah mereka memberi nama kelompok karawitan ini. Mulai dibentuk pada tahun 2008, Kusumo  Laras Muda sudah melahirkan generasi kedua. 

Ini merupakan generasi kedua, karena generasi pertama sudah jarang terlibat, dikarenakan meraka ada yang studi diluar kota bahkan sudah ada yang bekerja. Regenerasipun dilakukan, dengan mengumpulkan warga yang masih SMP dan. Dipimpin oleh  bapak Gunawan, serta dua orang pelatih gamelan yaitu bapak Kadar dan pak Wandi. 

Banyak kegiatan sudah dilakukan, mulai dari mengisi pementasan tingkat kelurahan, festival di kecamatan, hingga tingkat kota. Pentas dalam rangka HUT Kota Surakarta, acara di rumah Dinas Wali Kota Surakarta Lodji Gandrung. Tak hanya bersifat pementasan besar saja, Kusumo Laras Muda juga sering terlibat  dan membantu orang yang sedang menggelar hajatan keluarga, seperti pernikahan maupun khitanan. Suatu kali pernah pula berkolaborasi bersama kelompok ketoprak Persatuan Gereja Indonesia di Surabaya. 

Karawitan Kusumo Laras Muda beranggotakan Taufik Wahyu Suryana, Muta'afif Haryo Widyantoro, Kukuh Hardiyanto, Anggraini Putri Hardianti, Novia Jihan Jianti, Wisnu Prasetyo, Nazla Fitri Al-Zahra, Rahmad Agung Setianto, Dara Mahesa Putri Ramadani, Bayu Aji Prasetya, Armando Adi Yudha, Yogi Adi Saputro, Cannavaro Vieryanto, Yohanes Ervin, Dwi Sakti Okta Saputro, Samuel Agustinus Dwi Kristanto, Gus Wahyu Indah Parianom, Cheelsy Arsa Fiesta, Denia Hasya Surya Wibawani. 

agenda acara bulan ini
  • AIR MATA AIR BENGAWAN

    Sungai, sumber cerita dalam kehidupan manusia. Banyak ingatan terekam yang “mengalir“ di sungai. Dulu, sering kita melihat anak-anak bermain di sungai, berenang, ciblon, mandi dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari lainnya. Sungai yang jernih membuat mereka ingin berlama-lama bermain di sungai. Ingatan kita juga ke Bengawan Solo, yang keberadaannya menjadi sumber utama kehidupan masyarakat di sekitarnya. Namun ironisnya, di waktu yang bersamaan perusakan terjadi di mana-mana.

  • PANGGUNG MAESTRO FILM TAN TJENG BOK

    Kehidupan Tan Tjeng Bok yang menarik ini meninggalkan cukup banyak artefak yang unik dan menarik. Berbekal artefak-artefak ini lah kemudian kisah kehidupan Tan Tjeng Bok dibukukan dalam bentuk Biografi oleh Fandi Hutari dan Deddy Otara.