KARTUN BER(B)ISIK

Pameran

Jumat, 29 Maret 2019 Bentara Budaya Bali | pukul 18.30 WITA

Pembukaan : Jumat, 29 Maret 2019, pukul 18.30 WITA
Pameran : 30 Maret – 9 April 2019, pukul 10.00-18.00 WITA

Bukan kali ini saja Bentara Budaya Bali menyelenggarakan pameran kartun. Jauh sebelumnya, yaitu Benny & Mice Expo (20-29 Mei 2010)  dan 9th  Kyoto International Cartoon Exhibition (9 – 15 Oktober 2010). Bahkan pada tahun 2017 secara khusus menghadirkan pameran tunggal kartunis legendaris GM Sudarta yang sohor dengan sosok Oom Pasikom (….). 

Merujuk tajuk “Kartun Ber(b)isik“, kartunis Beng Rahadian, Didie SW, Ika W. Burhan, Mice Cartoon, Rahardi Handining dan Thomdean memamerkan karya terbarunya seraya mengingatkan kembali tradisi kritik dalam kartun. Dengan gayanya masing-masing, para kartunis ingin menghadirkan permasalahan aktual di negeri ini dalam sentilan lelucon yang tanpa kehilangan esensi kritiknya. Mereka berusaha menyajikannya sesuai dengan semangat “zaman now“ dengan segala perubahannya yang begitu cepat. Mereka juga ingin mengajak generasi milenial untuk melakukan kritik secara santun sebagai anggota masyarakat yang beradab. Mereka juga ingin mengajak kita mengingat bahwa kemajuan bangsa memiliki dampak positif-negatif. Untuk itu diperlukan cara menyikapi secara bijak.

Pameran kali ini juga menyiratkan bahwa proses cipta kartun memerlukan kreativitas dan intensitas pencapaian yang tinggi, mengingat penyampaian dalam bahasa kartun bukan perkara yang mudah. Kartunis Harian Kompas GM Sudarta (almarhum), dengan sosok Om Pasikom-nya pernah mengatakan, kadang kala kritik kartun atau karikatur kurang tajam. Karikatur yang tajam menurut Mas GM adalah, karikatur  yang bisa membikin tersenyum orang atau siapa pun yang dikritik. Visi kartun lebih pada penyampaian perbaikan lewat cara “berteriak dalam bisikan“ bahwa ada yang perlu diperbaiki. Mungkin yang berbisik itu oleh sebagian telinga terdengar berisik. 

Pameran Kartun Ber(b)isik ini sebelumnya, karya-karya mereka sempat dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (3-13 Oktober 2018). Sedangkan di Bentara Budaya Bali tertaut pula lokakarya karikatur untuk generasi muda bersama kartunis I Wayan Nuriarta, S.Pd.,M.Sn. dalam program Kelas Kreatif. 

Beng Rahadian mendapatkan pendidikan formalnya di Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia di Yogyakarta dan pernah mendapatkan beasiswa Ngo Koko dari Japan International Scholarship (1999) dan Comic Cambodia-Indonesia Exchange (2005). Beng aktif terlibat dalam beragam pameran kelompok sejak 1998 di Yogyakarta dan telah menghasilkan belasan karya komik pendek termasuk menerbitkan dua buku komik: Selamat Pagi Urbaz (2002) dan Lotif versi Pasbook: Mei 2005-Mei 2009 (2009). Dia jua aktif di Akademi Samali, kontributor Komik Strip Koran Tempo Minggu dan editor Komik Cendana Art Media. 

Didie SW dikenal sebagai ilustrator, kartunis dan desainer grafis di berbagai majalah, koran dan agensi periklanan. Sejak 2003 dia bekerja sebagai ilustrator dan kartunis di KOMPAS. Dia juga telah menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional terkait karya-karya kartunnya. 

Ika W. Burhan menamatkan studi Arkeologi di Universitas Indonesia dan kini lebih dikenal sebagai seniman rupa dengan beragam medium ekspresinya, baik dua maupun tiga dimensi. Dia juga telah menerbitkan beberapa buku kartun dan komik, termasuk berpameran di beberapa galeri seperti Ceramic exhibition: The Ceramic Road of South East Asia-Yingge County Ceramic Museum Taipei-Taiwan (2010), Its Fun 2B a Woman di Cemara 6 Gallery (2007) dan lain-lain.

Muhammad “Mice“ Misrad lahir di Jakarta 23 Juli 1970. Ia lulusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Dia juga menjadi kartunis tetap di Harian Rakyat Merdeka sejak 2010 hingga sekarang. Rutin mengisi rubrik “Mice cartoon“ di Kompas Minggu sejak 2003-hingga sekarang.

Rahardi Handining adalah perupa yang punya pendidikan arsitektur Universitas Pandanaran Semarang. Ia lahir di Semarang, 27 Februari 1979, pernah menjadi ilustrator dan desainer grafis di harian Kompas 2004-2018. Pernah memperoleh penghargaan Best Cartoon, Daejon International Contest 2012 dan 2013 Korea.

Tommy Thomdean mengisi ilustrasi editorial Harian KOMPAS sejak 2005 dan dikenal sebagai ketua Jokersyndicate.com. Dia cukup intens menggarap kartun untuk publikasi dan kampanye perubahan iklim serta telah memenangkan berbagai penghargaan dari beragam kompetisi kartun, termasuk diundang berpameran di eksibisi internasional.

Download Katalog Pameran

agenda acara bulan ini
  • BANGKU SEKOLAH DAN CITA-CITA

    Sinema Bentara bulan ini menghadirkan film-film fiksi pendek dan panjang, juga dokumenter pendek yang mengetengahkan tema seputar pendidikan, sekolah, dan cita-cita. Program ini memaknai Hari Pendidikan Nasional yang jatuh tanggal 2 Mei.

  • MANAJEMEN PRODUKSI PERTUNJUKAN #1

    Bila tidak didukung oleh manajemen produksi, tata artistik, tata lampu, tata suara yang mumpuni, sebuah pertunjukan seni bersiaplah untuk gagal. Memang, kesuksesan sebuah pertunjukan atau seni pemanggungan tidak lepas dari manajeman produksi, meliputi berbagai elemen yang harus saling bersinergi; mulai dari administrasi dan keuangan, publikasi, tata panggung, tata lampu, tata suara, tata rias dan busana, dan sebagainya.

  • LENTERA BATUKARU

    Belakangan, banyak penerbit besar ataupun indie yang antusias menghadirkan buku-buku biografi, entah tokoh politik, negarawan, seniman, budayawan dan bahkan selebriti. Sebut saja kisah BJ. Habibie dan istri terkasih Ainun, riwayat Gus Dur, pelukis Jeihan, penyanyi Krisdayanti, olahragawan Rudi Hartono hingga buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 karya Peter Carey.