JULI BLUES BERBUNYI

Blues on Stage

Kamis, 25 Juli 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Moodspace, Solo Blues Rock,Warisan Jazz,WB Jamz

Istilah blues resmi dipakai baru pada tahun 1910. Blues adalah sebuah aliran musikvokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Nama blues lahir dari istilah blue yang dikonotasikan dengan perasaan frustatif dan melankolis. Hingar bingarnya perkembangan musik pop, rock dan R&B di Indonesia dapat dikatakan sangat up to date sekali, sesuai dengan perkembanagn musik pop dan rock serta R&B di manca negara, berkat kemajuan teknologi multi media saat ini. Banyak sekali talenta musisi di Indonesia memanfaatkan kondisi ini. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi perbendaharaan musik dan lagu di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kondisi ini. Di Indonesia sendiri musik Blues tidak asing lagi karena banyak sekali musisi-musisi yang menjadikan blues sebagai aliran dalam bermusiknya. Blues sendiri pernah booming pada masanya. 

Musik Blues dipandang sebagai akar dari perkembangan musik Jazz, Rock, Pop hingga masuk ke dalam dunia industri musik populer. Seperti pada awalnya muncul dilagu lagu Benyamin, Koes Plus, hingga kemudian diera 90’an ada Slank, dan sekarang banyak bermunculan musisi - musisi blues seperti Gugun Blues Shelter, Rama Satria, Ginda Bestari dsb. 

Di Blues on Stage bulan Juli ini, lagu lagu Indonesia dimunculkan selain untuk menambah jiwa "keindonesiaan" juga merangsang kreatifitas musisi, blues pada khususnya untuk meramu lagu lagu Indonesia menjadi sebuah "sajian" baru rasa 'blues'. 

agenda acara bulan ini
  • ORKES KERONCONG NADA JUANG

    Bentara Budaya Solo, akan menyelenggarakan pementasan musik keroncong dengan tajuk Keroncnong Bale. Keroncong Bale kali ini akan di selenggarakan pada hari Rabu, 24 juli 2019 dengan penampilan Orkes Keroncong Nada Juang.

  • LAGI-LAGI BICARA “PEREMPUAN“

    Publik barangkali sudah bosan atau malahan muak dengan tema soal perempuan. Pembahasan soal “perempuan“ hari-hari ini mudah sekali dapat generalisasi dengan sebutan feminisme. Sebutan yang di masa lalu pernah ngeri dan jauh karena keterbatasan informasi yang muncul ke hadapan publik. Di Indonesia, titik balik feminisme lekat dengan pengetahuan kita akan sosok Raden Ajeng Kartini. Bersama segenap sikap, tingkat laku, dan tulisan-tulisannya yang –pada masa itu– terbaca penuh perlawanan, Kartini menjadi ikon pahlawan perempuan bagi perempuan-perempuan Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

  • SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

    Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS. Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi atau kumpulan dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang putri, dan sebagainya.