JOGJA KOTA TOLERAN

Seri Diskusi Pemikiran : Menimbangan Tradisi Lisan sebagai Perekat Toleransi

Kamis, 27 Februari 2020 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.00 WIB

Bersama :
- Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A., M.Phil (Guru Besar Univ. Gadjah Mada)
- Dr. Yoseph Yappi Taum, M.Hum. (Dosen Univ. Sanata Dharma)
- Dr. Pardi, M.Hum (Kepala Balai Bahasa DIY)
Moderator:
- Dr. Ratun Untoro, M.Hum. (Dosen Univ. Sanata Dharma)

Diskusi ini merupakan rangkaian dari peluncuran buku esai “Menangkis Intoleransi Melalui Bahasa dan Sastra“ yang belum lama diterbitkan oleh Balai Bahasa Yogyakarta sebagai respons atas munculnya berbagai peristiwa intoleransi di kota ini. Buku esai ini merangkum tulisan berbagai penulis muda yang menuangkan beragam perspektifnya atas fenomena sosial budaya di sekitarnya, dengan penyunting antara lain Ratun Untoro, Mulyanto, Latief S. Nugraha. 

Adapun diskusi yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan DIY ini bertujuan untuk memahami lebih jauh kondisi sosial budaya di Yogya. Benarkah Jogja masih dianggap sebagai kota toleran? Apakah yang menyebabkan munculnya peristiwa-peristiwa intoleransi akhir-akhir ini dan bagaimana kita dapat kembali menciptakan ekuilibrium alias keseimbangan dalam berkehidupan sosial budaya?