Jazz Mben Senen

4 Feb 2019 ~ 25 Feb 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 20.00 WIB

Tanggal  4, 11, 18, 25 FEBRUARI  2019

Jazz Mben Senen tahun ini sudah berusia sembilan tahun. Hari jadinya yang dirayakan pada tanggal 21 Januari 2019 ditandai dengan tumpengan dan penampilan grup-grup jazz yang lahir dan berkembang di Jazz Mben Senen seperti Berdua Saja, Tricotado, Musichoir, Banayk dari grup-grup yang lahir dan berkembang di Jazz Mben Senen. Mereka tampil prima sebagai ungkapan rasa syukur bisa berkembang sampai dan seperti saat ini berkas Jazz Mben Senen.    Jazz Mben Senen bagi mereka adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berkesenian, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz, di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2, Kotabaru, membuat sebuah kesenian yang indah. Rasanya, bagi mereka pecinta jazz, “ora ngejazz ora mbois“. Adalah Jazz Mben Senen yang setia hadir, baik hujan maupun panas, sebagai ajang olah vokal, musik, dan keberanian untuk tampil bagi para pecinta musik. Selain itu, juga sebagai ajang pertemanan tanpa batas, membaur dengan cair. Semoga memasuki tahun ke-10 tahun ini, semakin banyak anak-anak muda yang terlibat dalam Jazz Mben Senen. Mereka bisa belajar banyak, bukan hanya mampu bermusik tapi juga menyiapkan alat-alat bermusiknya. 

agenda acara bulan ini
  • WHEN I'M 64

    Agus Leonardus, fotografer kenamaan kelahiran 11 November 1955, memamerkan sepilihan karya fotonya yang diprotret seiring puluhan tahun perjalanan karir fotografinya. Belum lama dia juga menerbitkan buku foto ‘When I’m 64’ (Nineart Publishing, 2019) yang memuat foto-foto yang diambil di berbagai lokasi, baik di dalam maupun luar negeri.

    Fotografi di dunia digital memang menjanjikan sedemikian rupa kemudahan. Teknologi yang begitu maju memungkinkan fotografer mengeksplorasi teknik demi menghasilkan foto terbaik. Akan tetapi, menurutnya, foto dengan kecakapan teknik saja tetaplah tidak cukup demi menghadirkan karya yang bernilai. Ada nilai maupun makna yang tetap penting dikedepankan.

  • JOGJA KOTA TOLERAN

    Diskusi ini merupakan rangkaian dari peluncuran buku esai “Menangkis Intoleransi Melalui Bahasa dan Sastra“ yang belum lama diterbitkan oleh Balai Bahasa Yogyakarta sebagai respons atas munculnya berbagai peristiwa intoleransi di kota ini. Buku esai ini merangkum tulisan berbagai penulis muda yang menuangkan beragam perspektifnya atas fenomena sosial budaya di sekitarnya, dengan penyunting antara lain Ratun Untoro, Mulyanto, Latief S. Nugraha.

    Adapun diskusi yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan DIY ini bertujuan untuk memahami lebih jauh kondisi sosial budaya di Yogya. Benarkah Jogja masih dianggap sebagai kota toleran? Apakah yang menyebabkan munculnya peristiwa-peristiwa intoleransi akhir-akhir ini dan bagaimana kita dapat kembali menciptakan ekuilibrium alias keseimbangan dalam berkehidupan sosial budaya?