JAZZ MBEN SENEN

1 Feb 2016 ~ 22 Feb 2016 20.00 WIB | Bentara Budaya Yogyakarta

1, 8. 15. 22 Februari 2016

Jazz Mben Senen yang berawal dari acara Jazz On the Street di Boulevard UGM depan gedung Purna Budaya Yogyakarta di era 2007 kemudian hijrah ke halaman Bentara Budaya Yogyakarta atas dukungan Djaduk Ferianto dan Romo Sindhunata, kini memasuki usia keenam.

Tiada aturan ataupun administrasi keanggotaan di dalam Jazz Mben Senen, semata berdasarkan kesepakatan dari semua peminat yang berasal dari beragam kalangan untuk menjadikannya sebagai ruang belajar, berkeluarga, dan berkawan.

Saat ini setidaknya terdapat 25 hingga 40 musisi yang aktif terlibat di setiap event, semisal nama-nama Dani Eriawan Wibowo (basis profesional), Harli Yoga Pradana (basis), Anggrian Hida (Drummer), Riri (vokalis), dan Diwa Utomo (vokalis).

Setelah enam tahun keberadaannya, total tercatat ada 288 episode pentas atau hampir 300 episode tampil setiap hari Senin di Bentara Budaya Yogyakarta. Praswa Jati selaku administrator menjelaskan 14 penampil anak-anak muda siap mengisi perayaan Hari Jadi Jazz Mben Senen yang ke-enam.

Acara Ulang Tahun Jazz Mben Senen dikemas dalam tema “Enam-Enem-Enom“ berlangsung pada Senin, 18 Januari 2016 pukul 19.00 WIB s.d. 24.00 WIB, bertempat di  pelataran Bentara Budaya Yogyakarta bersama Pembawa Acara kocak yakni, Alit Jabang Bayi, Gundhi Ssos, Diwa Hutomo, dan Simbah.

Tercatat ada 14 penampil yang siap menghibur pengunjung masing-masing, Eko Widyamanto Latin Project, Felicidade, Jasmine Feat. Alcatraz Percussion, Mr. Dynamic, Batiga, Tik-Tok, Kaleb Project, Trio Jonathan (Etawa), Tricotado, Alldint, MFE (Music for Everyone), Brazzigur Brass Band Feat. Danny Eriawan, CISS Band serta Donny Wirandana and the Quartet Harmony.  

Riwayat yang dikutip dari akunnya menyebutkan bahwa “Jazz Mben Senen“ adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berjajan, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz, di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2, Kotabaru, membuat sebuah kesenian yang indah.
Berawal dari pembicaraan antara pecinta jazz dan para musisi jazz yang berdomisili di Yogyakarta, keinginan untuk menyelenggarakan jam session merupakan cita-cita bagi komunitas jazz di daerah DIY.
Mereka sebelumnya sudah membentuk suatu paguyuban jazz, yang tergabung dalam Jogja Jazz Club. Bersama-sama melakukan kegiatan jam session musik Jazz di Press Corner Yogyakarta, akan tetapi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan belum dapat menampung harapan-harapan para pecinta jazz di Yogyakarta. Semenjak tahun 1999 terselenggara kegiatan Jazz Gayeng yang memepersembahkan semacam acara festival untuk menampung dan mengembangkan musik Jazz di Yogyakarta.

Jazz Gayeng sudah menginjak tahun ke-5, mungkin dianggap terlalu lama kalau harus diselenggarakan setiap tahun. Komunitas Jazz Yogyakarta yang menampung aspirasi dan keinginan para musisi dan penggemar jazz bersepakat untuk menyelenggarakan suatu kegiatan yang reguler yang sifatnya menghibur dengan sajian musik jazz yang bermutu dan lebih tertata sehingga timbullah gagasan menyelenggarakan acara Jazz Mben Senen.
Sebetulnya Jazz Mben Senen dimulai dari acara Jazz on the Street yang sudah terselenggara pada awal bulan Maret 2003. Gagasan yang diprakarsai oleh Agung Prasetyo (Jogja Jazz Club/pimpinan festival Jazz Gayeng). Penggemar dan pencinta jazz di Yogyakarta menyelenggarakan Jazz on The Street di Boulevard UGM depan gedung Purna Budaya Yogyakarta. Di mana secara resmi nama “Jazz on The Street“ disepakati menjadi nama dari kegiatan ini pada bulan April 2007. Dan diadakan secara rutin setiap satu bulan sekali, khususnya pada hari Sabtu minggu pertama.

Dengan bermodalkan semangat yang tinggi dan bekerja-sama dengan sebuah Himpunan Mahasiswa serta bantuan dari para pencinta musik jazz seperti Tari Pradeksa dan para pencinta Jazz lainnya maka dimulailah penyelenggaraan Jazz on The Street di Yogyakarta. Berkat bantuan kawan-kawan dekat pencinta jazz dari Jakarta maka diperolehlah sebuah genset yang merupakan modal utama untuk keperluan tenaga listrik.
Setelah berjalan selama 2 tahun (2007-2009), Jazz on the Street kemudian pindah tempat ke Bentara Budaya Yogyakarta dengan bantuan Djaduk Ferianto dan Romo Sindhunata. Mulai sejak itu, acara jam session yang diadakan tiap Senin malam ini dinamakan “Jazz Mben Senen“, hingga kini, yang memasuki tahun ke-6 nya.