JAZZ MBEN SENEN

3 Okt 2016 ~ 31 Okt 2016 Bentara Budaya Yogyakarta | 20.00 WIB

Tanggal 3, 10, 17, 24, 31 Oktober 2016 

Jazz Mben Senen hadir rutin di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta dan menjadi tempat berkumpul anak-anak muda Yogya setiap Senin malam. Santai dan merakyat, itulah gambaran teman-teman muda dalam menikmati music jazz. Lesehan di tikar tidak menjadi soal bila kursi sudah penuh terisi teman-teman mereka. Selain lagu-lagu jazz, kadang mereka juga dihibur dengan jenis music lain. Ada kejutan-kejutan menarik setiap bulannya, baik oleh musisi ibukota maupun luar negeri. Dipandu oleh MC yang kocak dan sapaan khasnya, “Jazz Mben Senen…kancaku“ menambah keakraban mereka yang hadir.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen. Meski saat ini banyak acara ngejam bareng jazz di berbagai tempat di Yogyakarta, tidak menyurutkan jumlah penikmat Jazz Mben Senen.

  • OEROEP

    Para perupa yang tergabung dalam Kelompok Oerip adalah Ipong Purnama Sidhi, Tjahyadi Hartono, Ruslan, Katirin, JonI Ramlan, Januri, dan Gus Her. Konsep pameran yang mereka usung adalah sebuah refleksi estetis seni lukis, yang memaknai secara kritis arti kehidupan manusia, dan mencoba melihat ulang realitas sosial kita hari ini berdasarkan ingatan-ingatan sejarah. Melihat dan menghayati kembali arti peristiwa itu melalui isyarat-isyarat simbolis, lalu sambil menakar keterkaitannya dengan konteks kehidupan kita hari ini.

  • ARJUNA MENCARI CINTA

    Arjuna Mencari Cinta merupakan novel karya Yudhistira Massardi yang pernah meledak di Indonesia. Yudhistira memakai tokoh Arjuna untuk melukiskan kisah cinta yang dialami seseorang. Arjuna merupakan tokoh pewayangan.

    Yudhistira menjadikan tokoh Arjuna berkebalikan karakter dengan karakter aslinya. Yudhistira waktu itu sadar kalau masyarakat memiliki ingatan bawah sadar dengan karakter tokoh wayang, kalau karakter itu dibikin terbalik, maka masyarakat pasti akan bereaksi. Gambaran tokoh yang sudah mapan dalam benak mereka tiba-tiba saja hilang, dan itu pasti membuat tokoh wayang yang ada menjadi goyah dalam benak masyarakat.