JAZZ MBEN SENEN

Senin, 02 Mei 2016 20.00 WIB | Bentara Budaya Yogyakarta

2, 9, 16, 23, 30 Mei 2016 Mulai pukul 20.00 WIB

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB dan hujan deras pun belum reda, namun anak-anak muda sudah mulai berdatangan di halaman Bentara Budaya Yogyakarta. Mereka seakan tidak peduli dengan dinginnya cuaca dan tetes hujan, mereka tetap hadir di acara rutin mereka tiap hari Senin.
Hari Senin  identik dengan Jazz Mben Senen di kalangan anak-anak muda pecinta jazz di Yogya. Mereka tidak pernah merasa bosan untuk datang menikmati kegembiraan bersama teman-teman mereka di acara Jazz Mben Senen yang berlangsung tiap Senin malam, mulai pukul 20.00 WIB di halaman Bentara Budaya Yogyakarta. Mereka datang sendiri, berdua, atau berkelompok, mencari tempat duduk di kursi ataupun rela lesehan di tikar. Sambil menikmati sajian lagu yang ditampilkan oleh pengisi acara, kadang mereka selingi dengan bercanda atau ngopi. Mereka hadir untuk berkesenian, bercanda, dan berkawan. Sapaan hangat di awal acara ... Jazz Mben Senen... kancaku, mengakrabkan mereka.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Jazz Mben Senen (JMS) yang diselenggarakan secara rutin setiap minggu pada hari Senin malam di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) diniatkan untuk lebih memasyarakatkan jazz sebagai salah satu jenis musik yang cukup populer di Indonesia. Sebagai sebuah pertunjukan musik jazz yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun, JMS telah dikenal luas tidak hanya oleh masyarakat Yogyakarta.

  • GRENG

    Pada 100 Tahun Widayat: Ada dua warisan estetis yang ditinggalkan oleh pelukis Widayat (1919-2002) untuk penghayat seni rupa Indonesia--utamanya Yogyakarta, yaitu lukisan “Dekora Magis“ dan “Greng“.
    Yang pertama adalah karya seni rupa, benda budaya, dan obyek artistik yang memampukan Widayat terpandang sebagai salah satu pelukis Indonesia terkemuka pasca generasi Affandi, Hendra Gunawan, dan S. Sudjojono.