IRAMA SUNYI

Pentas Puisi dan Peluncuran Buku Karya Nunung Rieta

Kamis, 16 Januari 2020 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.00 WIB

Irama Sunyi adalah sebuah biku yang berkisah tentang seorang bocah yang berbicara kepada Tuhan dan tuhan dalam sebuah ruang yang diciptakannya sehingga ia bisa berbicara tentang apa saja dan apa saja. Dalam Irama Sunyi tak harus menyelami lautan untuk mengetahui kedalamannya. Tak harus bisa terbang ke langit agar bisa menyentuh mega. Tak harus mengalami kegilaan agar bisa berbicara sebagai orang gila. Cukup menjadi diri sendiri meski dengan cara bersahaja, menciptakan sayap bagi kata-kata.

Buku puisi “Irama Sunyi“ karya Nunung Rieta merangkum 56 puisi dan 16 cerita mini yang ditulisnya dalam kurun 2017 – 2019. Puisi-puisinya lebih banyak mengungkap dunia luar, alam yang mengemuka di sekelilingnya, termasuk pula serangkaian permenungan yang menarik disimak. 

Kita akan menemukan puisi-puisi liris yang merespons pelbagai hal di dalam dan luar dirinya. Beberapa di antaranya pun bertutur tentang seluk-beluk kota Yogyakarta, seperti halnya kenangan tentang jalan Gondomanan di mana dirinya teringat bau sangit kue serabi Simbah. Membaca puisi-puisi Nunung, kita seperti menemukan lantunan irama yang membangkitkan imaji serta penghayatan rasa atas apa saja sembari tentu mengajak pembacanya untuk berkontemplasi dalam ruang-ruang permenungan terdalamnya.

Acara ini akan diisi dengan berbagai apresiasi puisi, misalnya pembacaan, musik, dan juga pantomime. Para penampil antara lain: Landung Simatupang, Gendhis Gandhes, Tossa Santosa, Maria Widy Aryani, Satrio W, Totok Buchori, Sugenyi, Ende Riza, Sri Yuliati Mukhammad, Krishna Mihardja, serta Nanik Indarti. Ada juga diskusi yang akan diisi oleh Sunardian Wirodono dan Ahmad Zamzuri. 

Nunung Rieta lahir Yogyakarta, 3 Maret 1976, menamatkan studi di SMKI Jurusan Teater; puisi-puisinya telah dimuat dalam berbagai antologi puisi, seperti Antologi Puisi Senja Bersastra di Malioboro (2017), Antologi Puisi ‘Pendakian’ Dewan Kesenian Tegal (2018), Antologi Puisi Paguyuban Teater Bantul (2018), Antologi Puisi “Negeri Sontoloyo“ (2019), dan Antologi Puisi Banjarbaru Rainy Day Litfest (2019).

agenda acara bulan ini
  • NGOBROLIN TJAMBOEK BERDOERI (KWEE THIAM TJING)

    Kwee Thiam Tjing merupakan seorang jurnalis yang berasal dari Jawa Timur. Kwee lebih banyak menulis di Sin Tit Po, sebuah surat kabar terbitan orang – orang Tionghoa di Surabaya. Selain menulis di Sin Tit Po, Kwee juga menulis di berbagai surat kabar seperti Soera Poebliek, Pewarta Soerabaia, dan Pewarta Djember. Kwee sendiri merupakan redaktur Pewarta Djember di jaman pergerakan. Kita akan memperbincangkan Kwee yang merupakan jurnalis dan penulis ini baik dari sisi buku Indonesia Dalem Api dan Bara serta tulisan dia di Indonesia Raya.