#INDONESIA

Parkiran Jazz

Kamis, 23 Mei 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Beberapa tahun ini dengan berkembangnya sosial media sebagai alat komunikasi yang efektif dan mendunia dalam menyampaikan aspirasi, ide, opini, dan sebagainya, semakin banyak hal positif yang muncul terutama dalam memudahkan relasi antar personal tanpa terpisah jarak dan waktu.

Namun terlepas dari itu semua, komunikasi via media sosial yang digunakan untuk menanggapi ataupun memberi opini sering menjadi bumerang dan salah satu pencipta jurang pemisah bagi kesatuan bangsa, apalagi dikaitkan dengan kondisi politik setiap kali memjelang pemilihan kepala daerah, legislatif, presiden, ataupun agenda politik lainnya. Pihak yang bersebrangan sering melakukan "perang" via sosial media yang dimungkinkan bisa berimbas pada kesatuan bangsa dan negara.

Berangkat dari hal tersebut, komunitas Solo Jazz Society yang juga ikut aktif dalam menyelenggarakan kegiatan yang positif, salah satunya melalui Parkiran Jazz, akan turut serta dalam menutup jurang pemisah tersebut. melalui kekuatan musik, Parkiran Jazz kali ini akan menyerukan persatuan lewat tema #Indonesia.
Indonesia disini dimaksudkan untuk menyatakan identitas kita sebagai warga dan bangsa indonesia, dimana akan direpresentasikan oleh musik yang bertemakan indonesia, mulai dari lagu daerah, lagu nasional, hingga lagu yang bertemakan persatuan Indonesia. Hashtag yang berfungsi sebagai pengelompokkan konten dan untuk mempromosikan konten, bertujuan untuk mempromosikan maksud dari sojazz tersebut yaitu menyerukan persatuan. Sehingga dengan semakin banyak beredar hashtag dengan nama Indonesia, maka akan semakin banyak virus positif persatuan yang akan diterima oleh pengguna sosial media dan tentunya masyarakat Indonesia secara luas, salah satunya adalah melalui sajian musik yang mendengungkan persatuan dalam kemajemukan Indonesia.

agenda acara bulan ini
  • SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

    Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS. Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi atau kumpulan dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang putri, dan sebagainya.

  • WELAS ASIH

    Dalai Lama dalam khutbahnya: “Agama apa pun yang bisa membuat Anda Lebih welas asih, lebih berpikiran sehat, lebih objektif dan adil, lebih menyayangi, lebih manusiawi, lebih punya rasa tanggungjawab, lebih beretika, agama yang punya kualitas seperti yang saya sebut adalah agama terbaik,"