Hastag Kazet-El

Visual Art Exhibition

Rabu, 15 Maret 2017 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.30 WIB

Pameran berlangsung: 15 – 22 Maret 2017 | Pukul 09.00 – 21.00 WIB



Emmh…hello?
Ada apa sich?
Gpp hihihi…
ppft ,_

Seringkali kita_sadar atau tidak sadar_menjumpai atau merasakan sendiri sebuah fenomena WALKING STALKING ATAU SEBUAH RASA KEINGINTAHUAN YANG MENGUSIK TENTANG PRIVASI ORANG LAIN SECARA BERLEBIHAN. Tatanan bahasa dan kepribadian remaja saat ini sudah mengalami sebuah perubahan yang sangat miris, hingga menggiring ke arah hancurnya moral atau akhlak generasi muda yang mestinya menjadi barisan terdepan dalam sebuah perubahan yang baik dan bisa menjadi panutan di masa yang akan datang. “...sikap anak muda yang...idihhh…dalam menghadapi persoalan yang…iyuhhh “terkadang menjadi suatu bentuk kekanakan yang tidak semestinya. Fenomena “Stalking“ sendiri sudah sangat kental juga fulgar hadir di hadapan kita.Secara sadar ataupun tidak sadar, kita pernah menjadi “stalker“ (pelakustalking) itu sendiri ataupun berada dalam posisi sebagai korban.

Stalking?
Istilah yang kini sangat hangat diperbincangkan.Semua berawal sejak sosmed menjadi kebutuhan sosial. Dan bicara stalking saat ini, berarti kita bicara tentang cyber world. Karena stalking dewasa ini biasa dan banyaknya dilakukan dalamcyber world.

Jika di-translate-kan, stalking berarti menguntit dengan hati-hati.Dalam bahasa psikologistalking adalah kata yang digunakan dalam menunjuk pada suatu perhatian yang tidak diharapkan dari seseorang atau mungkin sekelompok orang terhadap orang lain. Dalam dunia psikologi sendiri, kata stalking digunakan untuk mendefinisikan suatu bentuk perilaku yang cenderung bersifat gangguan.

Menurut buku“psychology of stalking“ karya Meloy (1998), stalking mempunyai arti kurang lebih perilaku ketika seseorang memburu atau mengejar orang lain lebih dari batas kewajaran secara obsesif sehingga menjadi ancaman dan berpotensi membahayakan.

Ada dua penyebab utama yang menyebabkan orang jadi cyber stalker:
Pertama, mereka adalah kumpulan dari para seseorang di masa lalu yang sudah tidak mempunyai hubungan.Dan mereka takut untuk kembali menyapa. Ya sudah… akhirnya malah jadi stalker. Selalu perhatian, tahu apa yang dilakukan si objek, tapi si objek tak pernah tahu bahwa mereka masih diperhatikan.

Kedua, para stalker adalah para pengagum rahasia, yang tidak pernah berani untuk berkata atau sekedar menyapa. Mereka adalah orang yang hanya bisa mencintai seseorang secara diam-diam, tanpa mampu berbuat dan bertindak. Mereka adalah orang yang tahu pertama kali segala yang objek perbuat.Tetapi mereka hanya bisa jadi penonton setia.Hanya bisa menikmati setiap yang objek lakukan, hingga pada akhirnya mereka pasrah.

Walkingstalking oh walkingstalking… sunggguh menggelikan, menjengkelkan bahkan memuakkan juga, dimana rasa saling menghormati dan menghargai privasi orang lain kini tak ada hokum pembatasnya.Istilah Walking Stalking sendiri terlontar dari kami yang menyikapi Stalking dan Cyber Stalker-nya.Walkingstalking adalah pengembangan istilah baru ketikastalking berada pada level maksimal dan berujung pada timbale baliknya atau perilaku stalker yang ketahuan akan korban stalking.

KZL, ppfft, huft, DAMN!, dan lain-lain adalah ungkapan geli, jengkel, bahkan muak dari para korban stalking ketika diri mereka sadar bahwa ternyata menjadi korban para stalker.

Semoga dari penjabaran konsep di atas, kami berharap bisa membuka wawasan dan melahirkan ide-ide baru, kreatif dan menggelitik untuk seniman yang akan terlibat dalam pameran yang bertajuk “# K Z L“ dan mampu melahirkan karya “binggo“ dalam pameran yang akan datang. 
(Erza Q-Pop – Ketua Panitia Pameran Seni Rupa HASTAG KAZT’EL)

agenda acara bulan ini
  • JAZZ MBEN SENEN

    Tidak diragukan lagi kontribusi komunitas dalam menjaga kelangsungan aktivitas kesenian di Yogyakarta. Sebagaimana halnya komunitas Jazz Mben Senen yang tahun ini sudah menginjak usia ke-7 tak pernah lelah dan surut untuk menghadirkan dan memperluas apresiasi musik jazz di tengah masyarakat yang umumnya didominasi kaum muda.

  • WAOSAN BASA JAWI KELOMPOK KEMBANG ADAS “PASAR JOGROS“

    Regeng adalah ungkapan Bahasa Jawa yang mungkin terjemahannya yang paling mendekati dalam bagasa Indonesia adalah "meriah". Demikianlah suasana yang kita jumpai pada hampir setiap pasar tradisional, terutama pada hari "pasaran".

  • ODE BULAN AGUSTUS#3

    Merayakan 72th Indonesia Merdeka dan 54 th Kompas Gramedia, Bentara Budaya menggelar parade paduan suara bertajuk “Ode bulan Agustus #3“ di empat kota yaitu Bentara Budaya Bali pada 15 Agustus 2017, Bentara Budaya Jakarta 24 – 25 Agustus 2017, Balai Soedjatmoko atau Bentara Budaya Solo 19 Agustus 2017, dan Bentara Budaya Yogyakarta 26 Agustus 2017.

  • WORKSHOP MUSIK, VOKAL & GERAK

    Dendang Kencana merupakan program yang dijalankan oleh Kompas Gramedia sebagai bentuk kepedulian atas langkanya lagu anak dan langkanya anak menyanyikan lagu anak. Kelangkaan ini membuat anak-anak lebih fasih menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang seringkali liriknya tidak sesuai dengan usia tumbuh kembang anak.