GUMREGAH

Pameran Seni Kriya 2019

Selasa, 10 Desember 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Pameran Seni Kriya 2019
“GUMREGAH“
Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta
Pembukaan Pameran:
Selasa, 10 Desember 2019 | Pukul 19.30 WIB
Pembuka Pameran:
Dr. Drs. Guntur, M. Hum (Rektor ISI Surakarta)
Seniman yang Berpameran: 
Aan Sudarwanto, Afrizal, Agus Ahmadi, Agung Cahyana, Aji Wiyoko, Aries BM, Ari Supriyanto, Arif Jati P., Bagus Indrayana, Basuki Teguh Yuwono, Bening Tri Suwasono, Danang Priyanto, FP Sri Wuryani, Galih Apriliyanto, Imam Madi, KRT. Subandi Suponingrat, Kusmadi, Karju, Kuntadi Wasi Darmojo, M.Ng. Daliman Puspobudoyo, Soelistyo Joko Soeryono, Suyanto (Alm), Sri Marwati, Soegeng Toekio, Quintanova Rizqino, Sutriyanto, Prima Yustana, R. Adi Pabowo
Pameran Berlangsung : 
11-15 Desember 2019 | Pukul 09.30-21.30 WIB


Gumregah merupakan keadaan diri (self awareness) disertai dengan semangat untuk bergerak melakukan kerja nyata yang positif. Motivasi ini muncul melatarbelakangi bergabungnya tiga puluhan kriyawan, terdiri dari 27 dosen aktif dan 3 telah purna tugas dari jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta, menggelar karya di Bentara Budaya Solo di penghujung tahun 2019 ini.

Karya yang ditampilkan mewakili tiga prodi yang ada yaitu Prodi Kriya Seni, Prodi Batik, serta Prodi Keris dan Senjata Tradisional. Berbagai media garap akan ditampilkan yaitu mulai dari logam, kayu, kain, serat, kaca, kulit, keramik, batu, dll. Total karya yang dipamerkan berjumlah 58 karya kriya, terdiri dari 30 karya yang dibuat Sumadi dan 28 karya dosen jurusan Kriya.

Pameran dikuratori oleh Prof. Dr. Dharsono, M.Sn. dan Drs. Soegeng Toekio, Mag.,SR.
Gelar karya akan berlangsung dari tanggal 10 –15 Desember 2019. Pameran ini sebagai ajang mengasah kemampuan dan kreativitas kriyawan sekaligus ajang apresiasi masyrakat terhadap karya-karya seni kriya.

Secara khusus, pameran ini merupakan sebentuk penghargaan purna tugas Drs. Sumadi, M.Sn. atas pengabdiannya selama 34 tahun pada dunia seni kriya. Melalui karya-karyanya Sumadi mengekspresikan hidup dan kehidupan alam semesta dalam dimensi simbolik. Rekaan bentuk makhluk-makhluk yang distilir, ekspresinya tentang gunung dan apa saja tentang dimensi kehidupan, dia olah sedemikian rupa menjadi karya kriya yang khas. Ketekunannya dalam produktivitas karya adalah cerminan gumregahnya kesadaran dan tanggungjawab profesi sebagai dosen seni yang patut ditauladani oleh para mahasiswa dan teman sejawat.

download katalog Gumregah

agenda acara bulan ini
  • SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

    Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya Wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang Putri, dsb.

  • ALTIN GUN

    Altin Gün (yang merupakan singkatan dari Golden Morning) kini telah merilis dua (2) album dan beberapa single. Pada 2017 album debut On dirilis, diikuti oleh single Goca Dunya. Album baru, Gece, dirilis pada April 2019. Di Eropa ini dirilis melalui Glitterbeat Records dan di AS dan Kanada melalui ATO Records. Single pertama adalah single Süpürgesi Yoncadan.