GRENG

Pameran Seni Rupa Tribute to 100 tahun H Widayat

Selasa, 22 Oktober 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 19.30 WIB

Peserta pameran:  Andy Sueb, Angga Aditya, Bagus Panuntun, Dedy Juddah, Denny AP, Deny Renanda, Fadhlul Baqi, Galang Irnanda, Heru Prasetyo, Jimmy Boy, Richo Lyaldhi, Rudy Murdock, Una, Putra Pembayun, Wizka Zakaria
Pembukaan pameran:  Selasa, 22  Oktober 2019| Pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung:  22 – 30 Oktober 2019

Pada 100 Tahun Widayat: Ada dua warisan estetis yang ditinggalkan oleh pelukis Widayat (1919-2002) untuk penghayat seni rupa Indonesia--utamanya Yogyakarta, yaitu lukisan “Dekora Magis“ dan “Greng“. 
Yang pertama adalah karya seni rupa, benda budaya, dan obyek artistik yang memampukan Widayat terpandang sebagai salah satu pelukis Indonesia terkemuka pasca generasi Affandi, Hendra Gunawan, dan S. Sudjojono. 
Yang kedua adalah semacam kata kunci Widayat untuk mengidentifikasi dan/atau menilai lukisan. Seturut kata kunci itu, sebuah lukisan yang tersimpulkan baik-apik bila terdapat “Greng“. Atas kata kunci itulah pameran ini mengambil judulnya: “Greng“.
Dengan kedua warisan itu, nama Widayat tetap bertakhta di lidah dan hati penghayat seni rupa Indonesia, utamanya di Yogyakarta, sekalipun ia telah berada di alam baka sejak 17 tahun lalu.      
Pameran ini, lebih dari sekadar perayaan atas 100 tahun usia Widayat, merupakan ikhtiar kreatif--pikiran, perasaan, dan tanggapan--15 perupa muda Semarang atas dua warisan estetis Widayat tersebut dalam bahasa visual seturut kadar dan kecenderungan artistik atau sesuai dengan pengetahuan dan daya imajinasi mereka. Secara praksis mereka diundang untuk memamerkan karya-karya seni rupa yang mereka anggap “greng“ atau merupakan tafsir estetis mereka atas “Greng“ atau “Decora Magis“ atau riwayat kreatif Widayat. 
Kelima belas perupa itu adalah Andy Sueb, Angga Aditya, Bagus Panuntun, Dedy Juddah, Denny AP., Deny Renanda, Fadhul Baqi, Galang Irnanda, Heru Prasetyo, Jimmy boy, Richo Lyaldhi, Rudy Murdock, Una, W. Putra Pembayun, Wizka Zakaria. (Wahyudin,Kurator Pameran)

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Jazz Mben Senen (JMS) yang diselenggarakan secara rutin setiap minggu pada hari Senin malam di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) diniatkan untuk lebih memasyarakatkan jazz sebagai salah satu jenis musik yang cukup populer di Indonesia. Sebagai sebuah pertunjukan musik jazz yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun, JMS telah dikenal luas tidak hanya oleh masyarakat Yogyakarta.