GENEALOGI SASTRA INDONESIA : ISLAM, KAPITALISME DAN SASTRA PERLAWANAN

Diskusi Sastra Bersama Okky Madasari dan Kalis Mardiasih

Jumat, 10 Januari 2020 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.00WIB

Diskusi ini berangkat dari buku terbaru karya Okky Madasari dengan judul Genealogi Sastra Indonesia: Islam, Kapitalisme, dan Sastra Perlawanan yang ditulisnya kembali berdasarkan studi tesis yang telah diselesaikannya pada tahun 2013 lalu. Buku ini berangkat dari satu pertanyaan utama: Kenapa karya sastra dan buku-buku Indonesia pada umumnya yang terbit di era pasca-reformasi didominasi oleh buku-buku bergenre Islami, motivasi, dan percintaan?

Menggunakan cara berpikir Foucauldian, buku ini menelisik akar atas fenomena hari ini dengan membongkar sejarah awalnya. Maka terbentanglah sejarah panjang perjalanan karya bergenre Islami, motivasi, dan percintaan, dan kenapa karya-karya itu bisa mendominasi khazanah perbukuan Indonesia hari ini. Pada akhirnya, buku ini juga merupakan alternatif diskursus atas sejarah kesusastraan Indonesia.

Okky Madasari lahir di Magetan, 30 Oktober 1984, telah menulis lima novel antara lain: Entrok (2010), 86 (2011), Maryam (2012), Pasung Jiwa (2013) dan Kerumunan Terakhir (2016). Dia meraih Khatulistiwa Literary Award 2012, dan karya-karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maupun Jerman. Dia menamatkan studi sarjana bidang Ilmu Pengetahuan Politik di Universitas Gadjah Mada dan Magister Sosiologi di Universitas Indonesia. Okky juga aktif menulis esai-esai sosial-politik di beberapa media massa seperti Jawa Pos, The Jakarta Post dan lain-lain, di samping kerap diundang menghadiri festival sastra di Indonesia dan mancanegara. 

Selain Okky Madasari, juga akan hadir Kalis Mardiasih, penulis yang juga periset serta anggota tim media kreatif jaringan Gusdurian, sebagai moderator sekaligus pemantik diskusi. 

agenda acara bulan ini
  • NGOBROLIN TJAMBOEK BERDOERI (KWEE THIAM TJING)

    Kwee Thiam Tjing merupakan seorang jurnalis yang berasal dari Jawa Timur. Kwee lebih banyak menulis di Sin Tit Po, sebuah surat kabar terbitan orang – orang Tionghoa di Surabaya. Selain menulis di Sin Tit Po, Kwee juga menulis di berbagai surat kabar seperti Soera Poebliek, Pewarta Soerabaia, dan Pewarta Djember. Kwee sendiri merupakan redaktur Pewarta Djember di jaman pergerakan. Kita akan memperbincangkan Kwee yang merupakan jurnalis dan penulis ini baik dari sisi buku Indonesia Dalem Api dan Bara serta tulisan dia di Indonesia Raya.