Gelar Paduan Suara

ODE BULAN AGUSTUS #4

Selasa, 21 Agustus 2018 19.00 WITA

Gelar Paduan Suara “Ode Bulan Agustus“ kembali diselenggarakan di Bentara Budaya Bali, kali ini akan tampil 9 kelompok paduan suara terpilih yang akan unjuk kepiawaian seraya merayakan dan memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Program ini telah berlangsung sedari tahun 2015, bertempat di empat lokasi Bentara Budaya, antara lain: Bentara Budaya Jakarta, Bentara Budaya Yogyakarta Bentara Budaya, Balai Soedjatmoko Solo dan Bentara Budaya Bali. 

Adapun Ode Bulan Agustus #4 diikuti Voice of Bali, Voice of STIKOM, Gita Sri Kesari Warmadewa, Bahana Suara Undiknas, PSM Universitas Udayana, Paduan Suara Gita Dewata Politeknik Negeri Bali, Ganeca Voice Universitas Mahasaraswati Denpasar, PSM Mahasvara ISI Denpasar, dan Musa Vocalista Choir. Selain menampilkan kepiawaian olah vokal dan keelokan musik, grup-grup ini juga mengedepankan kerancakan tata gerak atau koreografi. Mereka akan membawakan 3 buah lagu yang terdiri dari: 2 buah lagu bertema persahabatan/persaudaraan/semangat perjuangan nasionalisme dan 1 buah lagu daerah.  

Sebagaimana tajuk Bentara Budaya tahun 2018, “Lintas Batas, Membuka Cakrawala“, Ode ini merupakan perayaan akan kebersamaan dan penghormatan akan keberagaman. Ini juga merupakan sebentuk persembahan untuk tanah air tercinta sekaligus doa bagi terwujudnya cita-cita luhur para founding fathers kita; Indonesia yang subur, makmur, dan sejahtera.

Pada penyelenggaraan tahun 2017 lalu, Ode Bulan Agustus #3 diikuti oleh 9 grup Paduan Suara, yakni Voice of Bali, PSM Universitas Udayana, Basarnas, Voice of STIKOM, Gita Sri Kesari Warmadewa, Paduan Suara Politeknik Negeri Bali, Ganeca Voice Universitas Mahasaraswati Denpasar, PSM Mahasvara ISI Denpasar, dan Bina Vokalia Choir.  

Profil Kelompok Paduan Suara: 
Paduan Suara Gita Sri Kesari Warmadewa didirikan pada 24 September 1999. Anggota paduan suara ini awalnya adalah dosen dan staff di lingkungan Universitas Warmadewa, namun sejak tahun 2004 telah berubah menjadi unit aktivitas mahasiswa. Setiap tahunnya, paduan suara ini tampil pada acara kampus seperti yudisium, wisuda, dan kegiatan organisasi mahasiswa. Beberapa kegiatan terkini yang dilakukan di antaranya: tampil pada Hari Kebangkitan Nasional 2017, Hari Kelahiran Pancasila 2017, Kegiatan Kopertis Wilayah VIII 2017, dan lain sebagainya. Gita Sri Kesari Warmadewa turut serta berpartisipasi dalam “Ode Bulan Agustus #3“, serta turut dalam Lomba Paduan Suara Universitas Airlangga 2018 di Kota Surabaya, Jawa Timur dan berhasil meraih perunggu di dua kategori yaitu kategori Historical dan kategori Folksong. 

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Udayana rutin tampil dalam acara internal universitas seperti pengukuhan guru besar,wisuda, dan dies natalis. Di samping itu, paduan suara ini juga berpartisipasi dalam berbagai event, baik tingkat lokal, nasional dan internasional seperti: Festival Budaya, Festival Budaya Nusantara, Bulan Bung Karno, Bali Democracy Forum, APEC, Asean Fair, Asean Law, MDG Fair, 10th Asia pacific IAP Congres, Ode Bulan Agustus 2015 & 2016, serta turut berpartisipasi dalam Bali Choir Competition dan Bali International Choir Competition.

Paduan Suara Mahasiswa Mahasvara ISI Denpasar sering tampil dalam berbagai acara internal kampus seperti wisuda, dies natalis, dan upacara hari besar nasional. Selain itu, paduan suara ini juga kerap berpartisipasi dalam berbagai festival dan setiap tahunnya turut dalam Pembukaan Pesta Kesenian Bali sedari tahun 2003-2017.

Paduan Suara Gita Dewata Politeknik Negeri Bali merupakan salah satu divisi dari UKM Kesenian Nasional Politeknik Negeri Bali. Paduan suara ini sering tampil dalam acara internal kampus seperti wisuda, dies natalis, dan upacara hari besar nasional serta kegiatan organisasi kampus. Selain itu, paduan suara ini juga berpartisipasi dalam berbagai event di luar kampus seperti: Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XII DAB, International Quality a Productivity Convention 2016 dan lain sebagainya.

Voice of Bali (VOB) merupakan kelompok paduan suara independen yang sebagian besar beranggotakan mahasiswa di Bali. Kelompok ini sempat meraih penghargaan internasional yakni Gold Medal untuk kategori Pop & Jazz Choir serta Silver Medal untuk kategori Folklore pada Bali International Choir Competition 2013, juga meraih Golden Diploma dalam kompetisi paduan suara 1st Lanna Internasional Choir Competition (LICC) 2016 di Thailand. Selain aktif mengikuti kompetisi, kelompok ini juga kerap tampil dalam berbagai event, baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Baru-baru ini mereka tampil pula pada perhelatan Pesta Kesenian Bali 2018.

Musa Vocalista Choir merupakan kelompok paduan suara independen yang anggotanya campuran antara siswa sma dan mahasiswa yang ada di Bali. Kelompok ini baru saja dibentuk pada bulan Oktober 2017 oleh Farhan Ramadhan. Kelompok ini pertama kali tampil pada Konser Kolaborasi Farabi di bulan Desember 2017 yang bertempat di Hotel JW Marriot Nusa Dua. Pada bulan juli 2018 Musa Vocalista Choir mengikuti lomba Bali Internasional Choir Festival dan berhasil mendapatkan Silver Medal VI pada kategori Folklore.

Ganeca Voice Universitas Mahasaraswati Denpasar atau yang akrab disapa UKM GV  sering tampil dalam acara internal kampus seperti acara wisuda, dies natalis, yudisium, dan pembukaan acara UKM di lingkungan Unmas.  Selain itu, paduan suara UKM Ganeca Voice juga berpartisipasi dalam acara 17 Agustus dan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan di Kopertis Wilayah VIII.

Voice Of STIKOM Bali kerap tampil dalam acara internal kampus yakni pelantikan ormawa, dies natalis, dan wisuda. VOS juga ikut berpartisipasi dalam berbagai event kesenian di luar kampus seperti Bali Mandara Mahalango, Bali Mandara Nawanatya, Ode Bulan Agustus 2015 & 2016, serta berbagai festival budaya lainnya.

Paduan Suara Bahana Suara Undiknas (Basarnas) kerap tampil dalam berbagai kegiatan, semisal: wisuda kampus, Rakornas Gapeksindo, Serah Terima Jabatan Bank Indonesia, dan Sarasehan Peringatan Bung Karno tahun 2015.

agenda acara bulan ini
  • Sinema Bentara #KhususMisbar

    Setelah bulan lalu mengedepankan film-film dengan tokoh orang biasa di tengah kecamuk perang dan konflik, Sinema Bentara bulan Desember ini menghadirkan film-film cerita panjang dan pendek peraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri yang merujuk kisah anak-anak yang mengalami pahit getir kehidupan sedini masa mudanya; tidak memiliki ibu, saudara atau ayah oleh berbagai alasan. Anak-anak “korban“ situasi tertentu ini melihat hidup dan kehidupannya boleh dikata berbeda dengan anak-anak keluarga umumnya.

  • JAIS DARGA NAMAKU

    Bila menyimak buku “Jais Darga Namaku“, seketika kita tergoda, apakah ini sebuah autobiografi, sekadar memoar yang disajikan dengan gaya novel, ataukah sebuah roman, bauran antara fakta dan fiksi yang mengisahkan secara utuh menyeluruh perihal sosok terpilih? Buku ini mengetengahkan latar belakang kehidupan keluarga menak Sunda, dunia anak muda Kota Bandung 1970-an, hingga bisnis seni rupa di Paris, London, Amsterdam, New York, Singapura, dan Hongkong, buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan Indonesia dengan seluruh ambisinya. Ambisi yang membuatnya dikenal sebagai Jais Darga atau Madam Darga, seorang art dealer internasional di Paris. Ambisi yang membuat Jais terus mengembara ke banyak negeri jauh, sehingga ia tak bisa lagi membedakan apakah ia sedang “pergi“ atau “pulang“.