FESTIVAL OF INDONESIANITY IN THE ARTS (FIA) #2

Akademika Bentara - Pameran, Timbang Pandang dan Pertunjukan

Selasa, 24 September 2019 Bentara Budaya Bali | 19.30 WITA

Pembukaan: Selasa, 24 September 2019, pukul 19.30 WITA
Sarasehan: Selasa, 24 September 2019, pukul 16.00-19.00 WITA
Pameran berlangsung: 25-28 September 2019, pukul 10.00-18.00 WITA 

Serangkaian Festival of Indonesianity in The Arts, yang digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Seni Indonesia Denpasar dan bekerja sama dengan Bentara Budaya Bali, dihadirkan berbagai program seni budaya yang mengelaborasi tajuk “Pengembangan Kreativitas Seni dalam Memaknai Peradaban Air Menuju Era Disrupsi“. Ini merupakan desiminasi hasil penelitian, penciptaaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Rujukan tematik tersebut merupakan representasi dari pemahaman terhadap konsep peradaban air yang memiliki peran dalam pengembangan kreativitas seni dalam era disrupsi. Makna disrupsi terjangkarkan menjadi sebuah nilai–nilai keilmuan seni yang terkonsepkan berdasarkan pengembangan kreativitas.
Eksplorasi kreatif yang panjang dari dosen–dosen sehingga menjadi profesional di bidangnya, merupakan cerminan seorang seniman atau desainer yang mendayagunakan kekuatan intuisi dan imajinasi serta dilandasi oleh proses berpikir kreatif dan holistik. Beragam bidang keahlian yang ditampilkan dalam gelaran desiminasi ini diantaranya seni lukis, fashion, film, desain komunikasi visual, kriya, karawitan, pedalangan serta seni tari. Memperbincangkan kreativitas seni, kriya dan desain pada era desrupsi ini, secara khusus diadakan acara diskusi yang menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Acara diskusi ini diharapkan dapat memberikan pendalaman wawasan serta pengetahuan yang lebih luas tentang karya–karya seni kreatif sesuai tema yang diusung.

Tampil sebagai narasumber diskusi yakni Dira Arsana (Pemimpin Redaksi Bali Post), Dr. Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn (Dosen Universitas Negeri Surabaya),  Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Dosen Universitas Katolik Parahyangan)

Peserta FIA II merupakan para dosen di lingkungan Institut Seni Indonesia Denpasar 2019 yang menerima dana P2S dan PPM DRPM. Antara lain: Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, SS.,M.Hum, I Kadek Puriartha,S.Sn.,M.Sn, Dr Tjok Istri Ratna Cora, S.Sn.,M.Si, Dru Hendro, S.Sen,M.Si, Drs. I Made Suparta,M.Hum, I Made Liza Anggara Dewi, S.Sn.,M.Sn, I Made Jayadi Waisnawa, I Gede Mawan, S.Sn, M.Si, Prof.Dr. I Nyoman Sedana,MA, Ni Komang Sri wahyuni, SST.,M.Sn, Drs. D.A Tirta Ray, M.Si, Drs I Nengah Sudika Negara, M.Erg, Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si,  Dr. Dra. Sri Supriyatini, M.Sn, Dr. Hendra Santosa, SSKar., M.Hum, Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds, Dr. Drs. I Wayan Mudra, M.Sn,  Dr. Ni Made Ruastiti, SST., M.Si., Drs. I Made Jana, M.Sn, Ni Ketut Suryatini, SSKar.,M.Sn, I Gde Made Indra Sadguna, S.Sn., M.Sn, Desak Putu Yogi Antari Tirta Yasa, S.Sn., M.Sn, I Wayan Nuriarta, S.Sn., M.Sn. 

agenda acara bulan ini
  • BELUDRU PROJECT: Sustainability Spirit of Art in Bali

    Pameran seni rupa kali ini menampilkan karya-karya terpilih dari Kelompok Mangurupa, Badung. Merujuk tajuk “Beludru Project: Sustainability Spirit of Art in Bali“, eksibisi kali ini mencoba mengeksplorasi Beludru sebagai medium utama penciptaan. Daerah Badung sendiri dikenal menjadi titik tolak sejarah kesenian yang menggunakan kain beludru sebagai medium, dengan salah satu tokoh pelopornya yakni adalah Ida Bagus Gede (79).

    Beludru dan Bali cukup menarik jika ditelisik lebih dalam. Kain beludru boleh dikata selalu hadir di setiap upacara di Bali serta merupakan salah satu medium tradisi semisal untuk ukiran, aksesoris penari dan pendeta, menyimbolkan pula kemewahan dan ketenangan. Berangkat dari upaya eksplorasi medium beludru ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam medan seni rupa kontemporer Bali serta menjadi salah satu strategi gerakan seni kedaerahan yang mampu memberikan penawaran untuk menggerakkan kesadaran masyarakat akan seni rupa Bali saat ini.