EKSISTENSIALISME JEAN - PAUL SARTRE (1905 - 1980)

Seri Diskusi Pemikiran #2 Bersama A. Setyo Wibowo

Sabtu, 28 Maret 2020 Bentara Budaya Yogyakarta ! 19.00 WIB

Sartre dianggap filsuf terakhir Prancis yang berambisi membangun sistem filsafat (mengikuti gaya kaum metafisikus besar pada abad ke-19). Ambisi yang sia-sia  dan tak pernah tercapai. Tanpa lelah Sartre memarodikan dengan penuh ejekan para fenomenolog besar Jerman  seperti Hegel, Husserl, dan Heidegger. Meski begitu, Sartre adalah pemikir autentik, yang mampu memberi daging segar pada hal-hal yang sebelumnya dianggap abstrak. Sejak karya besarnya L’Etre et le neant (Being and Nothingness) tahun 1943 dan L’Existentialisme est un humanisme (Existentialism is Humanism) tahun 1946, Sartre memberikan prinsip- prinsip untuk filsafat modern yang memberikan kebebasan. Dari situ, ia mengambil posisi tegas di depan isu- isu kontemporer seperti feminisme dan antirasisme.

A. Setyo Wibowo saat ini merupakan Pemimpin Redaksi Majalah Basis, sebuah majalah kebudayaan yang terbit di Yogyakarta. Selain itu Setyo Wibowo juga mengajar di STF Driyarkara dan Universitas Sanata Dharma. 

Buku- buku yang pernah ditulis Setyo Wibowo antara lain Gaya Filsafat Nietzsche, Mendidik Pemimpin dan Negarawan, Paideia : Filsafat Pendidikan Politik Platon, Arete : Hidup Sukses Menurut Platon, Ataraxia, Manusia : Teka Teki Yang Mencari Solusi, dan lain-lain.

Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Majalah Basis.