BULUKAN

Pameran Seni Rupa Luddy Astaghis

Selasa, 14 Mei 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 16.00 WIB

Pameran berlangsung:  14 – 22 Mei  2019

Luddy Astaghis perupa kelahiran Malang, 17 Juni 1976 dan mulai berpameran sejak 1996 sampai sekarang (2018). Berpameran tunggal dua kali di tahun 2009 (“Knock Out“ di City Work, Jakarta) dan tahun 2004 (“Sense of Life“ di Museum Seni Budaya Jawa, Ullen Sentalu, Yogyakarta). Visualnya berupa boneka-boneka berkarakter kartun dan terbuat dari kain, kertas, dakron,  dan lain-lain serta   mempunyai mimik yang mencerminkan suasana riang gembira, bahagia, sedih, duka, humor/kelucuan bahkan satir atau sindiran.  

Tema pameran yang berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta adalah “bakulan.  Bakulan berasal dari kata “bakul“ yang artinya pedagang, dan kata “bakul“ ketika mendapat tambahan 'an' mempunyai arti yang berbeda (bakulan) yaitu jualan.
 
Pada pameran tunggalnya ini, dia mengangkat tema Bakulan karena dunia bakul sangatlah dekat dengan kehidupan sehari-harinya.  Luddy bersama istrinya adalah pelaku di dalamnya(bakul). Ketika seseorang menjalani profesi sebagai seorang bakul, di situ seseorang  dituntut banyak dalam segala hal, harus disiplin, harus sopan, harus bijaksana, harus berani, dan harus tegas. 

Tidak berhenti di situ saja, di dunia bakul(an) banyak sekali konflik yang ada, baik internal ataupun eksternal. Setiap hari konflik selalu datang dan setiap hari konflik yang datang selalu berbeda. Luddy juga tertarik dengan semangatnya (bakul),bergerak dari sebelum subuh hingga petang, penuh dengan tenaga dan keringat, penuh dengan kemandirian. Dari situlah dia tertarik untuk membawa dan mengangkat tema 'Bakulan'dengan permasalahan yang ada di dalamnya ke dalam pameran seni rupa yang digelar di Bentara Budaya Yogyakarta, 14 – 22 Mei 2019.