BLEACHING

Tiba-Tiba Group Exhibition

Selasa, 18 Juni 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Perupa: Aan Ardian, Aditya Candra, Agung Dwi W, Anang Ma’ruf, Bon Dias, Ctrl, Dian Andi, Enis Fakhrunisya, Fajar Adi W, Faralljibrill, Figur Rahman F, Faiz Zaki A, Firdaus Bima A R, M Faizal A N, M Hidrus T, M Satrio A W, Pungky R, Taufan Abi, Yanuar Iksan

Pembukaan Pameran:
Selasa, 18 Juni 2019  | Pukul 19.30 WIB
Dibuka oleh : Dr. Adam Wahida, M. Sn
Dimeriahkan : Godres Getih Band
Pameran Berlangsung :
19-23 Juni 2019 | Pukul 09.30 – 21.30 WIB


Tiba-Tiba Group merupakan kumpulan para perupa muda yang terdiri dari para praktisi baik perupa, fotografer serta para guru seni rupa yang pada dasarnya memiliki latar belakang pendidikan seni yang sama. Para perupa ini beberapa kali telah mengikuti berbagai pameran dan terbiasa dengan iklim seni rupa di Solo. Dalam pameran yang akan berlangsung pada 18 – 23 Juni 2019 di Bentara Budaya Solo ini menjadi recalling spirit berpameran guna menampilkan masing-masing ekspresi dan gagasan dalam satu tajuk bersama.

Pameran ini merupakan upaya manusia untuk menampilkan diri secara seutuhnya tanpa dibuat-buat dengan mengupas, mengolok dan mengkorek kesalahan/sisi tersembunyi dari pribadi sendiri sebagai bentuk penerimaan keadaan nyata dirinya.

Karya yang ditampilkan menjadi tampilan refleksi dari bertemunya kembali para perupa dengan kenyataan dirinya yang selama ini ditekan bahkan disembunyikan keberadaannya. Penyembunyian inilah yang memanggil rasa prihatin, karena hanya untuk menuju agar mendapatkan perspektif orang lain sebagai “yang baik“ inilah memunculkan kedok dan manipulasi. Sehingga sebenarnya siapakah diri mereka ?

Maka ditariklah tema “Bleaching“ yang berarti pemutihan, bukan mensucikan apa yang tersembunyikan dalam diri kita namun menerimanya sebagai bagian kompleksitas keadaan diri kita. Kami merasa perlu menjadikan kristalisasi penyampaian permasalahan di atas ke dalam lingkup apresiasi bagi berbagai kalangan masyarakat. Sehingga tema “Bleaching“ dirasa dapat mewakili permasalahan di atas menjadi pameran seni rupa.

agenda acara bulan ini
  • AIR MATA AIR BENGAWAN

    Sungai, sumber cerita dalam kehidupan manusia. Banyak ingatan terekam yang “mengalir“ di sungai. Dulu, sering kita melihat anak-anak bermain di sungai, berenang, ciblon, mandi dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari lainnya. Sungai yang jernih membuat mereka ingin berlama-lama bermain di sungai. Ingatan kita juga ke Bengawan Solo, yang keberadaannya menjadi sumber utama kehidupan masyarakat di sekitarnya. Namun ironisnya, di waktu yang bersamaan perusakan terjadi di mana-mana.

  • PANGGUNG MAESTRO FILM TAN TJENG BOK

    Kehidupan Tan Tjeng Bok yang menarik ini meninggalkan cukup banyak artefak yang unik dan menarik. Berbekal artefak-artefak ini lah kemudian kisah kehidupan Tan Tjeng Bok dibukukan dalam bentuk Biografi oleh Fandi Hutari dan Deddy Otara.