BEBRAYAN

Pameran Seni Rupa

Kamis, 20 Februari 2020 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Tunggal berdua
Susanto dan Siti Nur Qomariyah (Kokom)
Pembukaan Pameran:
Kamis, 20 Februari 2020 | Pukul 19.30 WIB
Dibuka oleh: 
Darmawan Saputra, SH (Selaku Pengurus PMS)
Performance Art:
Tedy Cs 
Bilqis Binar Tamaraya
Pameran Berlangsung:
21-26 Februari 2020 | Pukul 09.30-21.30 WIB

Bebrayan dalam konteks tata norma kemasyarakatan mengandung makna implementasi nilai hidup yang berhubungan dengan orang lain atau relasinya. Dalam konteks tersebut juga menyiratkan hubungan timbal balik, saling mengisi-melengkapi, sekaligus tidak meninggalkan unsur nilai hakiki setiap personal yang berinteraksi di dalamnya. Kemudian yang termaknai dari konteks bebrayan terkait hubungan mutualistik dalam hal lebih privat antara dua manusia yang terikat dalam komitmen hidup bersama tentunya merupakan fenomena tersendiri yang unik. Kompleksitas di dalam bebrayan, baik itu dalam jagat rumah tangga (omah-omah), hingga semesta sosio-kultural (bermasyarakat) yang begitu prulal terkandung satu hakikat, yaitu impelementasi bebrayan sebagai medium. Makna bebrayan di dalam pengertian umum adalah bergaul, bermasyarakat, atau komunikasi, maka dengan begitu hakikat bebrayan sebagai medium akan berkelindan dengan berbagai aspek kehidupan di sekelilingnya.
Seni menjadi relevan sebagai aspek kehidupan yang tidak lepas dari (hasil) bebrayan. Seni, atau dalam konteks ini adalah seni rupa yang coba dipresentasikan oleh Susanto dan Siti Nur Qomariyah (Kokom) bisa jadi adalah bebrayan seni rupa, juga sekaligus ‘seni bebrayan’ mereka berdua. Konsep bebrayan yang melandasi pameran seni rupa tunggal (mereka) berdua menjadi momen budaya yang unik karena kita, para penonton akan diajak untuk mengulik lebih jauh konsepsi mereka. Tidak hanya menyangkut bahwa dua seniman ini ‘terikat’ oleh bebrayan-nya sendiri (omah-omah), akan tetapi juga mereka mengikatkan diri dalam bebrayan artistik yang rentan terhadap intervensi-intervensi domestik omah-omah mereka. Konsepsi tentang bebrayan yang coba diimplementasikan di dalam gelaran atau prosesi pameran seni rupa mereka di Bentara Budaya Solo (Balai Soedjatmoko) kiranya menjadi medium mereka untuk mewacanakan aspek apresiasi seni rupa dalam arti luas, dan medium bebrayan artistik selama omah-omah mereka berdua. (Joseph Wiyono)

Download Katalog

agenda acara bulan ini
  • Remaja Menulis Cerpen dan Puisi

    Kemampuan menulis tidak bisa diciptakan dalam sehari. Setiap orang yang ingin menjadi penulis, pertama-tama harus menjadi pembaca yang tangguh. Ia wajib membaca apa saja, entah buku, kejadian biasa dan tak penting, dan apapun itu. Maka, pelajaran menulis ini tidak berambisi bahkan tidak sanggup melahirkan para penulis lekas andal. Pelajaran menulis ini sekadar mau mengajak kawan-kawan muda dan bergairah untuk merayakan kegiatan menulis dengan bekal ringan dan menyenangkan.