BANGUN PAGI BAHAGIA

Bincang Buku Naskah Drama karya Andy Eswe & Fragmen

Senin, 22 Juli 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Pembicara:
Meong Purwanto
Indah Darmastuti 
Moderator :
Satya Adhi

Pemain Fragmen
Aktor : Odon, Jimbe, Eswe, Ficky, Jovanka
Artistik : Yudhi Becak, Genksu
Lighting : Yanuar Edi "Yancuk"
Sutradara : Andy Eswe



Tugas Seorang Pemimpin adalah membuat Rakyatnya Bangun Pagi Bahagia.

Ini sebuah kisah tiga remaja jalanan di masa pemerintahan orde baru. Pemerintahan yang mengajari mereka untuk mencintai tanah air dan bangga menjadi bangsa indonesia. Tapi sayang mereka tak tahu bagaimana cara mencintai dan bangga menjadi bangsa Indonesia.  Sebab hari – hari mereka hanya di jalanan, yang mereka tahu hanyalah bertahan hidup. Hingga suatu ketika kata “Reformasi“  dikumandangkan di seantero negeri. Merekapun terbawa arus reformasi, bertiga turut merasakan dan melakoninya. 

Pro dan Kontra-pun terjadi dalam dialog pergaulan mereka. Sejatinya jauh di kedalaman hati mereka sungguh tak mengerti, juga tak peduli dengan itu semua. Peristiwa reformasi seperti sebuah acara ulang tahun atau pesta kebun yang hanya menjadi kenangan berdebu dalam album foto. Setelah reformasi terjadi, orang – orang beranjak saling cakar, saling sikat dan menjilat demi sesuatu yang mempesona: Kekuasaan. Yah, memang begitulah hukum rimbanya. 

Akan tetapi hal buruk dan memalukan itu tak terjadi pada mereka bertiga. Sebab mereka paham benar perannya sebagai rakyat biasa yang hidupnya dipenuhi ketidaksengajaan dan selalu bersiap untuk kehilangan. Maka mereka membangun dunia kecilnya. Mereka mendidik diri sendiri untuk bangun pagi bahagia dengan segala cinta dan cita-cita: menjadi warga negara yang berdaya. 

Andy Eswe sebagai penulis sekaligus sutradara dalam fragmen Bangun Pagi Bahagia. Fragmen akan membuka acara sebelum obrolan buku naskah drama Bangun Pagi Bahagia ini dimulai. Yang akan di selenggarakan pada hari senin, 22 juli 2019 di Bentara Budaya Solo, Balai Soedajtmoko.

agenda acara bulan ini
  • ORKES KERONCONG NADA JUANG

    Bentara Budaya Solo, akan menyelenggarakan pementasan musik keroncong dengan tajuk Keroncnong Bale. Keroncong Bale kali ini akan di selenggarakan pada hari Rabu, 24 juli 2019 dengan penampilan Orkes Keroncong Nada Juang.

  • JULI BLUES BERBUNYI

    Musik Blues dipandang sebagai akar dari perkembangan musik Jazz, Rock, Pop hingga masuk ke dalam dunia industri musik populer. Seperti pada awalnya muncul dilagu lagu Benyamin, Koes Plus, hingga kemudian diera 90’an ada Slank, dan sekarang banyak bermunculan musisi - musisi blues seperti Gugun Blues Shelter, Rama Satria, Ginda Bestari dsb.

  • LAGI-LAGI BICARA “PEREMPUAN“

    Publik barangkali sudah bosan atau malahan muak dengan tema soal perempuan. Pembahasan soal “perempuan“ hari-hari ini mudah sekali dapat generalisasi dengan sebutan feminisme. Sebutan yang di masa lalu pernah ngeri dan jauh karena keterbatasan informasi yang muncul ke hadapan publik. Di Indonesia, titik balik feminisme lekat dengan pengetahuan kita akan sosok Raden Ajeng Kartini. Bersama segenap sikap, tingkat laku, dan tulisan-tulisannya yang –pada masa itu– terbaca penuh perlawanan, Kartini menjadi ikon pahlawan perempuan bagi perempuan-perempuan Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

  • SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

    Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS. Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi atau kumpulan dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang putri, dan sebagainya.