Antara Sitiwinangun dan Pagerjurang Bayat

Pameran Kerajinan Gerabah

Senin, 03 April 2017 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Pameran berlangsung : 4 – 9 April 2017   |   Pukul 10.00 – 18.00 WIB

Bentara Budaya Jakarta menyelenggarakan pameran kerajinan gerabah sebagai wujud kepedulian atas warisan budaya di berbagai daerah Nusantara. Kali ini, hadir karya kreasi dari tangan pengrajin asal Desa Sitiwinangun (Cirebon) dan Desa Pagerjurang Bayat (Klaten). Dua desa ini dikenal dengan karya gerabahnya nan khas, yang dibuat dengan teknik yang diwariskan turun-temurun. Perajin gerabah dari Desa Pagerjurang menggunakan tehnik putaran datar untuk pembuatan gerabah besar, sedang unutk gerabah kecil berikisaran 30-40 cm digunakan tehnik khas yang hanya dimiliki wilayah ini,.yaitu tehnik putaran miring. Perajin dari Desa Sitiwinangun masih bertahan menerapkan cara-cara tradisional dari pemilihan bahan baku, pengolahan tanah liat, hingga proses pembakaran terbuka.

Selama pameran, kita dapat menyaksikan aneka kreasi gerabah dari kedua desa tersebut, termasuk demo proses pembuatan tehnik putaran miring yang tidak lepas dari ideologi dan kesantunan adat jawa masa itu.. Akan hadir juga para pengrajin asal Desa Sitiwinangun dan Desa Pagerjurang, 

agenda acara bulan ini
  • Galeri Sisi

    Pameran koleksi Bentara Budaya di Galeri SISI kali ini menghadirkan karya-karya perupa yang pernah berpameran di Bentara Budaya Yogyakarta, bertajuk TANDA MATA.

  • Musik Kamisan bersama Andre Dinuth

    Gitaris Andre Dinuth hadir di Bentara Budaya Jakarta dengan sepilihan karya musikalnya yang apik. Musisi kelahiran Jakarta, 3 Agustus 1982 ini memang dikenal intens meramu akar musik “blues rock“ gitarnya dengan improvisasi yang kaya; kita menemukan warna jazz di dalamnya dan berpadu elok bersama irama perkusi dan ritme-ritme Indonesia Timur. Semuanya makin memberi nuansa khas dalam karya-karya yang selama ini dihadirkan Dinuth.