ALTIN GUN

Erasmus Huis Present

Rabu, 18 Desember 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Erasmus Huis Present
ALTIN GUN
A Turkish Psychedelic Folk Concert
Rabu, 18 Desember 2019 | Pukul 19.30 WIB

Altin Gün didirikan oleh Jasper Verhulst dan Ben Rider. Ketika Jasper Verhulst dan Ben Rider sedang tur di Istanbul, Jasper membeli sejumlah album rock fiksi rock Turki. Dengan Ben Rider ia mendapat ide untuk memulai sebuah band rock rakyat psychedelic Turki. Rock psychedelic Turki adalah genre musik yang berasal dari tahun enam puluhan dan tujuh puluhan sebagai campuran musik rock Barat dari band-band seperti The Doors dan Led Zeppelin, dan musik tradisional Turki. Altın Gün membuat interpretasi sendiri atas lagu-lagu mulai saat ini. Band ini melakukan tur Eropa, di Amsterdam, Paris, Istanbul dan Berlin dan memainkan pertunjukan dukungan untuk King Gizzard & The Lizard Wizard dan Tame Impala. Di Amerika Utara, Altin Gün bermain di festival besar dan pertunjukan klub.

Altin Gün (yang merupakan singkatan dari Golden Morning) kini telah merilis dua (2) album dan beberapa single. Pada 2017 album debut On dirilis, diikuti oleh single Goca Dunya. Album baru, Gece, dirilis pada April 2019. Di Eropa ini dirilis melalui Glitterbeat Records dan di AS dan Kanada melalui ATO Records. Single pertama adalah single Süpürgesi Yoncadan.

Kolaborasi yang menarik akan berlangsung antara Altin Gün dan musisi lokal dari El-Farhan Gambus Musi, yang akan berlangsung selama pertunjukan musik di Erasmus Huis, Jakarta pada 13 Desember 2019. Setelah pertunjukan di Jakarta, Altin Gün akan melakukan tur lagi tanggal 16 Desember di Yogyakarta.  Solo menjadi kota penutup tur Altin Gun. Hadir di Bentara Budaya 18 Desember 2019, mari rapatkan barisan dan berapresiasi. 

agenda acara bulan ini
  • SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

    Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya Wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang Putri, dsb.