ALI BABA

Pameran Seni Rupa

Jumat, 24 Mei 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 16.00 WIB


Pembukaan pameran:  Jumat, 24 Mei 2019| Pukul 16.00 WIB
Pameran berlangsung:  24 – 31 Mei  2019

Cerita 1001 Malam dari Persia di zaman Sultan Harun Al Rasyid sangat terkenal dan popular di zamannya. Kisahnya  memuat banyak sekali cerita dari jazirah Arab. Antara lain, cerita Ali Baba, Aladin, Sinbad, dan Istana Marmer yang sungguh sangat menarik, bukan saja untuk anak-anak namun orang dewasa pun menyukainya.

 Ali Baba merupakan cerita yang paling terkenal di seluruh penjuru dunia. Banyak pesan moral yang tersirat dalam setiap cerita Ali Baba. Misalnya, “Berbagilah dengan sesama, jangan jadi orang pelit“, “Ketamakan akan memunculkan masalah“, “Siapa pun yang berniat jahat maka kejahatan akan berbalik kepada dirinya“, “Jangan iri hati dan serakah  karena keserakahan hanya menimbulkan kesusahan dalam hidup.“, dan “Berbuat baiklah kepada orang lain, maka kebaikanmu suatu saat akan dibalas dengan cara yang tidak kita sangka.“ 

Untuk itulah, Bentara Budaya Yogyakarta menampilkan gambar-gambar yang menyertai atau menjadi ilustrasi dari cerita Ali Baba. Khusus untuk pameran ini, ilustrasi yang kami pamerkan diambil dari buku Arabisch Nachtiverstellingen yang ceritanya diceritakan kembali oleh Laurence Housman dan diterbitkan oleh Amsterdam Van Holkema & Warendorf.  Di samping itu, ikut kami pamerkan beberapa karya ilustrasi dari cerita Arab lainnya, seperti Sinbad sang Pelaut, dan  Aladin dengan Lampu Wasiat.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen. Meski saat ini banyak acara ngejam bareng jazz di berbagai tempat di Yogyakarta, tidak menyurutkan jumlah penikmat Jazz Mben Senen.

  • OEROEP

    Para perupa yang tergabung dalam Kelompok Oerip adalah Ipong Purnama Sidhi, Tjahyadi Hartono, Ruslan, Katirin, JonI Ramlan, Januri, dan Gus Her. Konsep pameran yang mereka usung adalah sebuah refleksi estetis seni lukis, yang memaknai secara kritis arti kehidupan manusia, dan mencoba melihat ulang realitas sosial kita hari ini berdasarkan ingatan-ingatan sejarah. Melihat dan menghayati kembali arti peristiwa itu melalui isyarat-isyarat simbolis, lalu sambil menakar keterkaitannya dengan konteks kehidupan kita hari ini.

  • ARJUNA MENCARI CINTA

    Arjuna Mencari Cinta merupakan novel karya Yudhistira Massardi yang pernah meledak di Indonesia. Yudhistira memakai tokoh Arjuna untuk melukiskan kisah cinta yang dialami seseorang. Arjuna merupakan tokoh pewayangan.

    Yudhistira menjadikan tokoh Arjuna berkebalikan karakter dengan karakter aslinya. Yudhistira waktu itu sadar kalau masyarakat memiliki ingatan bawah sadar dengan karakter tokoh wayang, kalau karakter itu dibikin terbalik, maka masyarakat pasti akan bereaksi. Gambaran tokoh yang sudah mapan dalam benak mereka tiba-tiba saja hilang, dan itu pasti membuat tokoh wayang yang ada menjadi goyah dalam benak masyarakat.